Mengenal Bang Syukur Mandar - Telusur

Mengenal Bang Syukur Mandar


Telusur.co.id - Oleh Yusuf Hasani (Dewan Pendiri Persatuan Pribumi Bersatu)

Seseorang yang muncul ditengah percaturanpolitik nasional tentu tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui suatu proses, sebagaimana halnya bang Syukur Mandar. Ketika memasuki  gerbang perguruantinggi dimana tempat ia dilahirkan dan disanalah titikawal bang Syukur Mandar mengasah nalar intelektual, integritas dan idealismenya sebagai aktivis melaluiorganisasi intra dan esktra kurikuler. Ia tercatat sebagaiketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UniversitasKhairun Ternate  dan kandidat Ketua CabangHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate  Maluku Utara. Dari kedua organisasi inilah Syukurmuda menempa diri meningkatkan kualitas inteletual, pematangan emosional serta konsistensi  terhadapsetiap masalah yang dihadapi. Sikap kritisnya mulaiterlihat sejak mahasiswa   sekaligus sebagai peletakdasar pembentukan karakater seorang Syukur Mandar yang dikenal luas saat ini.

Bagi bang Syukur Mandar, sikap kritis adalah caramenjaga kemuliaan diri yang disebut integritas, dijadikan kompas perjuangan menegakkan kebenarandan keadilan dalam kerangka amar ma’ruf nahimunkar, karena saat itu Syukur sudah mulai menyadaribahwa mahasiswa adalah agent of change (agenperubahan). Menurutnya seseorang yang diam melihatkebatilan berarti memposisikan dirinya sebagai setan-setan bisu. Akibat sikap kritisnya kehidupan Syukurselaku mahasiswa menjadi tidak nyaman di negeri para raja, baik di kampus maupun dilingkungan PemerintahDaerah merasa terganggu dengan cara Syukurmenyuarakan aspirasi,     

Berbagai upaya dilakukan sejumlah pihakmenghadang setiap langkah Syukur. Tekanan dan intimidasi pernah dialaminya, tapi Syukur  tak mudahgoyah dan tetap tegar, dengan sikapnya yang dinilaiorang keras kepala. Meski begitu bang Syukur Mandar tidak mau menjadi siapa-siapa , akan tetapi dia inginmenjadi dirinya sendiri. Situasi ini memaksa bang Syukur mencari  kota lain yang lebih  luas dan terbukauntuk aktualisasi diri, maka Ibukota Negara Jakarta menjadi pilihan tempat ia hijrah.  Tepatnya pada tahun2002 bang Syukur Mandar hijrah ke Jakarta melanjutkan studinya di Fakultas Hukum UniversitasIbnu Chaldun Jakarta, selesai tahun 2004, kemudianmengambil program Magester Hukum (S2) di Univeritas Jayabaya selesai tahun 2015, serta Program Doktor Hukum tata negara di Universitas yang sama. 

Dalam kariernya sebagai akademisi bang SyukurMandar diberi amanah memangku jabatan DekanFakultas Hukum Universitas Ibn Chaldun Jakarta, periode 2010 -2014. Selain itu Syukur juga menjabatwakil ketua Korps Alumni Himpunan MahasiswaIslam (KAHMI) Jakarta Timur. Sedangkan aktivitasnyasebagai praktisi hukum ia ditunjuk selaku ketua tim 12 untuk pembelaan kepentingan hukum Majelis Rakyat Papua Barat. Syukur juga melakukan pembelaanterhadap sejumlah kelompok masyarakat yang dizalimikaum oligarki.

 Sesungguhnya Syukur pernah tergodagemerlapnya kekuasaan dengan cara mencalonkan dirisebagai Anggota DPR RI dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada pemilu tahun 2009 untuk daerahpemilihan Maluku Utara dan calon Bupati KabupatenHalmahera Barat Provinsi Maluku Utara tahun 2015.Pengalamannya sebagai calon Kepala Daerah dan Anggota DPR -RI  bang Syukur Mandar dapat melihatdan merasakan bagaimana rusaknya  sistim politik kita atau dengan kata lain, dari sinilah  bang SyukurMandar dapat mengetahui yang tersembunyi dibalikyang tak terlihat. Apabila sistim politik saat inidipertahankan berarti sama halnya denganmenggadaikan kedaulatan rakyat dengan rupiah atausembako. Calon yang berkualitas tidak akan terpilih, karena pemilih seperti telah terdoktrin memilih  calonyang rajin memberi. Fakta ini menjadi sulit untukdijelaskan secara rasio (akal sehat) tentangpembangunan demokrasi yang bertujuan menghadirkankeadilan dan kesejahteraa rakyat.  Sistim politik yang berlaku tidak memungkinkan terwujudnya kesadarankolektif warga negara tentang hak dan kewajiban yang memerintah dan yang diperintah. Dalam konteks initerdapat penegasan Syukur Mandar tentang pemiluyang amburadul dan manipulative. Pemilu hanyamenghasilkan aligarki dan dinasti, kata Yusril IhzaMahendra. Oleh karena itu, bang Syukur Mandar mendesak perubahan sistim politik adalah suatukeharusan bukan pilihan.

Bang Syukur Mandar belakangan menjadiperhatian public, karena lantang mengkritik kebijkan-kebijkan pemerintahan Prabowo, turut mewarnaidinamika politik nasional. Model komunikasi politikyang digunakan khas Syukur Mandar . memangmenarik perhatian  bahkan menggerkan public tanahair. Kemampuan dan keberanian dengan pilihan diksiyang pas ketika menyampaikan kritik  begitu tajam, keras, tepat serta focus pada akar masalah menjadipembeda dari yang lain. Kedalaman  membaca realitas,dikemas dalam rangkaian kalimat yang mudahdifahami dipadukan dengan karakter ala  SyukurMandar, yang berbicara apa adanya, jujur, terbuka dan tegas menggambarkan karakter umum khas Indonesia Timur. Pada sisis lain gaya komunikasi politik SyukurMandar memperlihatkan kejernihan berfikir sertaindependensinya mampu menerobos tembok-tembokkekuasaan. kian mengukuhkan Syukur Mandar sebagaiPresiden Oposisi sejati. Tekanan komunikasi yang digunakan Syukur Mandar, dinilai efektif menyadarkanpublic khusunya penguasa agar mengkaji ulangkebijakan kebijakan yang dianggap merugikankepentingan rakyat banyak . Pada kesempatan lain, Syukur Mandar senantiasa mengajak pemangkukebijakan dan potensi efektif bangsa  membaca ulangkonsep kita bernegra. Dalam pandangan SyukurMandar, pemerintah abai terhadap perintah konstitusisembari menyebut pasal 33 dan 34 Undang-undangDasar 1945, wabil khusus pasal 33 ayat (3) “Bumi, air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasaioleh negara dan  dipergunakan untuk sebesar-besarkemakmuran rakyat” Kenyataan yang tersaji justrumemilukan, harta kekayaan negara ini dikelola oligarki dan rakyat dipaksa menerima kesengsaraan.Itu berarti ada masalah besar dan mendasar dalam tatakelola negara. Fungsi pengawasan  Dewan PerwakilanRakyat (DPR RI) tidak berjalan sebagaimana mestinya. DPR seolah olah telah menjadi bagian dari eksekutif. Bahkan tak jarang anggota DPR hadir sebagai jurubicara pemerintah.

Kondisi ini menunjukkan problem negara terkategori darurat, maka diperlukan cara-cara daruratguna menyelamatkan negara dari keterpurukan. Pada titik ini presiden opisi mengusulkan satu diantarasekian cara darurat adalah melalui jalan revolusi. Penting dicatat bahwa bentuk konkrit dari  revolusidimaksud adalah revolusi pemikiran dalam wujudrekonseliasi nasional, yakni memadukan apirasi rakyatdengan kehendak pemerintah dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subiyanto. Sesungguhnya inti daripemikiran Muhammad Syukur Mandar adalahmengajak bapak Presiden dan para elite kembali kekesadaran awal, dan bertahkim kepada konstitusiadalah lebih baik, sembari melafalkan ulang untuk apadan untuk siapa negara ini didirikan.


Tinggalkan Komentar