Satu Sungai Satu Komitmen, Kolaborasi Kali Bening untuk Masa Depan Yogyakarta - Telusur

Satu Sungai Satu Komitmen, Kolaborasi Kali Bening untuk Masa Depan Yogyakarta


Telusur.co.idOleh : Lyvia Dwi Rohmawati, Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Sungai Code merupakan salah satu sungai utama yang membelah Kota Yogyakarta dan  memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan lingkungan perkotaan. Sungai ini tidak  hanya berfungsi sebagai saluran drainase alami yang mengalirkan air hujan menuju hilir, tetapi juga  menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantarannya. Berbagai aktivitas  sosial, ekonomi, hingga budaya berkembang di kawasan Sungai Code sehingga menjadikannya salah  satu aset lingkungan yang memiliki nilai ekologis, historis, dan sosial bagi Kota Yogyakarta. 

Namun, seiring berkembangnya kawasan permukiman di sepanjang bantaran Sungai Code dan  meningkatnya jumlah penduduk, berbagai persoalan lingkungan mulai bermunculan. Penumpukan  sampah, pembuangan limbah rumah tangga ke badan sungai, serta pertumbuhan rumput liar dan semak  di bantaran sungai menjadi permasalahan yang masih sering dijumpai. Kondisi tersebut menyebabkan  kualitas lingkungan sungai mengalami penurunan, mengganggu fungsi sungai sebagai saluran drainase,  serta berpotensi menimbulkan pencemaran, penyumbatan aliran air, dan menurunkan kenyamanan  masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sungai yang  berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. 

Upaya pelestarian Sungai Code tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.  Keberhasilan pengelolaan sungai sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat sebagai pihak  yang berinteraksi langsung dengan lingkungan sungai dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan  masyarakat dalam menjaga kebersihan, mengurangi pencemaran, serta mengawasi kondisi sungai  menjadi faktor penting untuk mewujudkan Sungai Code yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. 

Sebagai bentuk nyata dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, mahasiswa Universitas  Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta,  Pemerintah Kemantren Mergangsan, serta masyarakat Kelurahan Brontokusuman membentuk  Komunitas Peduli Sungai (KPS) Kali Bening Jogjakarta. Komunitas ini menjadi wadah kolaborasi  antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan  melalui berbagai kegiatan pelestarian Sungai Code yang dilakukan secara berkelanjutan. 

Peresmian KPS Kali Bening dihadiri oleh Kepala Bidang Perencanaan Dinas Lingkungan  Hidup Kota Yogyakarta Fery Tri Jatmiko, S.Si., M.M., Mantri Pamong Praja Kemantren Mergangsan  Drs. Suradi, M.Si., Lurah Brontokusuman, Ketua RW 17 Karanganyar, tokoh masyarakat, dosen  pembimbing dan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, serta warga Karanganyar. Pembentukan  komunitas ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi oleh Mantri Pamong Praja Kemantren  Mergangsan Drs. Suradi, M.Si. bersama Ketua LPPM Universitas Ahmad Dahlan Prof. Dr. Surahma  Asti Mulasari, S.Si., M.Kes., yang disaksikan oleh Kepala Bidang Perencanaan DLH Kota Yogyakarta  sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan Sungai Code.

KPS Kali Bening bertujuan meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam  menjaga kelestarian Sungai Code melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Dalam  pelaksanaannya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta memberikan pendampingan teknis serta  menyediakan sarana dan prasarana pendukung, Pemerintah Kemantren mengoordinasikan pelaksanaan  kegiatan di tingkat wilayah, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan berperan dalam edukasi lingkungan,  pendampingan, serta dokumentasi kegiatan, sedangkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam  pelaksanaan kegiatan seperti reresik kali, pembersihan rumput liar di bantaran sungai, dan pemeliharaan  lingkungan sungai secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, KPS Kali Bening diharapkan  mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Sungai Code sehingga upaya pelestarian  lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang  dilakukan secara konsisten demi mewujudkan Sungai Code yang bersih, sehat, dan lestari.


Tinggalkan Komentar