Batik Tulis Karya Siswa Binaan YPA-MDR Siap Bersaing di Dunia Mode - Telusur

Batik Tulis Karya Siswa Binaan YPA-MDR Siap Bersaing di Dunia Mode

Istri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nur Asia Uno bersama anggota komunitas pembatik cilik

telusur.co.idPT. Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) menginisiasi program Komunitas Pembatik Cilik di Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul.

Diketahui, program Komunitas Pembatik Cilik ini merupakan kelanjutan dari program Komunitas Pembatik Cilik di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul yang telah lebih dahulu memulai kegiatannya pada akhir tahun 2021 yang lalu.

Sebagai upaya untuk menciptakan keberlangsungan kecakapan hidup serta pelestarian budaya batik di lingkup daerah, 87 siswa-siswi lintas sekolah binaan Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) itu mampu menghasilkan karya batik tulis yang berkualitas.
 
Dengan penuh semangat untuk melestarikan budaya batik khas daerah setempat, para siswa-siswi binaan YPA-MDR itu berhasil menciptakan karya batik tulis yang berkualitas dan siap bersaing di dunia mode Indonesia.

“YPA-MDR telah memulai melakukan pembinaan pilar kecakapan hidup membatik untuk guru-guru dan siswa-siswi di Kecamatan Gedangsari – Kabupaten Gunungkidul dan Kecamatan Pandak – Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta sejak sekitar tahun 2007-2008," kata Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo di Pandak, Bantul, Yogyakarta, Selasa (26/07/2022).

"Melalui pembentukan Komunitas Pembatik Cilik Pandak ini, YPA-MDR senantiasa berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah prasejahtera," sambung Herawati Prasetyo.

Melalui pembelajaran membatik ini, kata Herawati Prasetyo, para siswa-siswi diharapkan bisa menjadi lebih kreatif dan mampu menciptakan peluang serta mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang unik. 

“Kami berharap bahwa siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga dapat terus mengasah kecakapan hidup serta kepercayaan diri yang dapat menjadi bekal bermanfaat untuk masa depan mereka dan memberikan dampak positif terhadap kemajuan daerahnya” ujar Herawati. 

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nur Asia Sandiaga Uno yang turut hadir dalam kegiatan itu mengungkapkan salah satu produk ekspor tertinggi dari sektor ekonomi kreatif yaitu produk kriya dan fashion.

Produk tersebut antara lain perhiasan, perak, tenun, batik dan berbagai produk kerajinan tangan lainnya.

"Astra melalui program desa sejahtera telah berhasil membina lebih dari 900 desa di Indonesia. Saya sangat mengapresiasi program ini, dengan menggali potensi produk kreatif desa program ini telah berkontribusi membangkitkan perekonomian masyarakat serta menciptakan masyarakat desa yang sejahtera," kata Nur Asia.

Dalam acara Seremoni Ekspor Desa Sejahtera Astra Klaster Kriya 2022 yang berlangsung di Wanawisata Hutan Pinus, Mangunan Bantul, para siswa siswi binaan yang tergabung dalam Komunitas Pembatik Cilik wilayah Pandak dan Gedangsari ini memamerkan hasil karya batik tulis yang di peragakan oleh para finalis peserta Miss Bantul 2022 (26/07).

Program pembinaan pilar kecakapan hidup ini menjadi bentuk nyata dukungan YPA-MDR untuk tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Kontribusi YPA-MDR untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Yayasan Pendidikan Astra - Michael D. Ruslim (YPA-MDR) yang berdiri sejak tahun 2009 adalah yayasan yang secara khusus didirikan dan dimiliki oleh PT Astra International Tbk sebagai pelaksana kontribusi sosial berkelanjutan bidang pendidikan dengan membina sasaran sekolah-sekolah di daerah prasejahtera atau 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Indonesia dan menjadi wujud dari pilar Astra untuk Indonesia Cerdas. 

Sekedar informasi, YPA-MDR sendiri memiliki Visi, misi dan goal untuk menjadi lembaga yang mewujudkan Sekolah Unggul di daerah prasejahtera dan yang mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sebagai agent of change menuju masyarakat sejahtera. 

Pola pembinaan yang dilakukan berdasarkan 4 Pilar, yang meliputi Pilar Akademis, Pilar Karakter, Pilar Kecakapan Hidup dan Pilar Seni Budaya.

Selain itu, YPA-MDR juga memberikan bantuan berupa sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Hingga saat ini, YPA-MDR telah membina 112 sekolah (jenjang SD, SMP dan SMK/SMA) yang tersebar di 13 Kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Serang, Tangerang, Bogor, Majalengka, Kapuas, Kutai Barat, Barito Utara, Bantul, Gunungkidul, Pacitan, Kupang dan Rote Ndao.


Tinggalkan Komentar