telusur.co.id - Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Mesir, Mostafa Kamal Madbouly. Keduanya membahas berbagai isu seputar perubahan iklim serta kerja sama di bidang perdagangan dan bidang pendidikan.
Dalam pertemuan di Paviliun Kantor PM Mesir, Sharm El Sheikh International Convention Centre (SHICC), Sharm El Sheikh, Ma'ruf menyampaikan, Mesir dan Indonesia perlu terus mendorong perwujudan komitmen internasional dalam mengatasi isu global dari seluruh aspek, termasuk perubahan iklim.
"Termasuk pendanaan, peningkatan kapasitas, dan alih teknologi dari negara maju. Kepemimpinan Mesir pada COP27 dan Indonesia pada G20 menjadi momentum untuk menangani berbagai isu krusial terkait ekonomi dan lingkungan hidup," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, dikutip Rabu (9/11/22).
Menurut Ma'ruf, hubungan kerja sama di bidang perdagangan antara kedua negara mengalami peningkatan. Hal ini dilihat dari kenaikan nilai perdagangan lebih dari 50% yang mencapai USD$ 1,86 miliar.
Dia menilai, performa ini perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan segera menindaklanjuti pembentukan joint trade committee dan pengembangan preferential trade agreement (PTA) kedua negara.
"Saya mohon dukungan Yang Mulia agar nota kesepahaman joint trade committee dapat segera ditandatangani dan inisiatif pembentukan PTA dapat segera dibahas," terang Ma'ruf.
Sementara di bidang pendidikan, Ma'ruf mengapresiasi pemberian beasiswa dan fasilitas kepada pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir. Hubungan ini diharapkan terus diperkuat sehingga semakin banyak mahasiswa Indonesia belajar di Mesir dan sebaliknya.
"Saat ini terdapat lebih dari 10.300 mahasiswa Indonesia di Mesir. Saya berharap kerja sama kedua negara dapat terus diperkuat, termasuk dalam memberikan perlindungan bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir," kata Ma'ruf.[Fhr]



