Binton Nadapdap Soroti Lonjakan Kasus HIV, Minta Upaya Pencegahan Lebih Masif - Telusur

Binton Nadapdap Soroti Lonjakan Kasus HIV, Minta Upaya Pencegahan Lebih Masif

Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI, Binton Nadapdap saat ditemui di Gedung DPRD. Sumber foto: dok.Telusur.co.id

telusur.co.id - Peningkatan jumlah kasus HIV di Kota Depok sepanjang 2025 menjadi perhatian DPRD Kota Depok.

Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, meminta pemerintah memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi yang lebih masif dan evaluasi terhadap program penanggulangan yang telah berjalan.

Hal itu dia sampaikan usai rapat paripurna DPRD Kota Depok, Kamis (4/6/2026), saat membahas sejumlah isu strategis, termasuk perkembangan kasus HIV/AIDS di Kota Depok.

"Angkanya sudah jelas ada peningkatan dari tahun 2024 ke tahun 2025. Karena itu, pemerintah perlu melihat dan mengantisipasi titik-titik yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat atau kelompok tertentu yang berpotensi menimbulkan kerawanan," ucap Binton kepada wartawan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, sepanjang 2025 ditemukan sebanyak 435 kasus baru HIV dari total 63.429 pemeriksaan yang dilakukan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 405 kasus baru.

Binton menyebutkan, pemerintah perlu melakukan pemetaan yang lebih komprehensif terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik risiko.

Selain itu, kata dia, pengawasan terhadap hunian sewa seperti apartemen dan rumah kos juga perlu menjadi perhatian.

Menurut Binton, perkembangan hunian vertikal dan penyewaan properti yang semakin masif di Kota Depok harus dibarengi dengan sistem pendataan yang baik agar memudahkan pengawasan serta koordinasi dengan lingkungan setempat.

"Termasuk apartemen dan tempat-tempat penyewaan yang berkembang cukup pesat. Perlu ada pengawasan dan identifikasi yang berjalan dengan baik sehingga pemerintah memiliki data yang memadai dalam melakukan langkah-langkah pencegahan," ungkap dia.

Meski demikian, Binton menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dilakukan melalui pendekatan pengawasan.

Dia menilai, edukasi kepada masyarakat tetap menjadi instrumen utama dalam menekan laju pertumbuhan kasus.

Karena itu, Binton mendorong Dinkes Kota Depok untuk terus memperluas kampanye literasi mengenai HIV/AIDS kepada berbagai kelompok usia, mulai dari pelajar hingga mahasiswa.

Dia turut berpendapat, pemahaman mengenai bahaya HIV, cara penularan, serta pentingnya deteksi dini perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit menular.

Selain itu, Binton bilang, edukasi yang konsisten dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Dia juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap efektivitas program penanggulangan yang telah dijalankan Pemerintah Kota selama ini.

Menurut pandangannya, langkah-langkah yang telah dilakukan perlu dipantau dan dievaluasi secara berkala agar hasilnya dapat terukur.

Saat ditanya mengenai keterkaitan praktik prostitusi dengan peningkatan kasus HIV, Binton mengaku belum melihat adanya lokasi lokalisasi yang secara khusus menjadi perhatian di Kota Depok.

Namun, dia mengakui aktivitas tersebut kerap sulit diidentifikasi karena dapat berlangsung secara tertutup di berbagai tempat.

Data Dinkes Depok juga mencatat hingga akhir 2025 terdapat sekitar 1.701 Orang Dengan HIV (ODHIV) yang menjalani pengawasan dan terapi antiretroviral (ARV).

Bagi Binton, angka tersebut menunjukkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, hingga masyarakat itu sendiri.

 

 

Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar