Bukber IPSI & Kodrat Jatim, BHS: Prospek Besar Wujudkan Prestasi Silat Tembus Level Olimpiade - Telusur

Bukber IPSI & Kodrat Jatim, BHS: Prospek Besar Wujudkan Prestasi Silat Tembus Level Olimpiade

Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat memberikan sambutan pada silaturahmi & buka puasa bersama Wartawan, IPSI, dan KODRAT

telusur.co.id - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) bersama Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama (bukber) dengan awak media di Hotel Elmi Surabaya. Jumat (06/3/2026).

Agenda tersebut dihadiri tokoh olahraga yang juga Ketua Cabang Olahraga Tarung Derajat Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS),  Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, serta Dirut PT. DLU, Erwin H. Poedjono. Pertemuan ini menjadi ajang mempererat hubungan sekaligus membahas upaya pengembangan olahraga bela diri asli Indonesia di kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, BHS yang kembali dipercaya memimpin Tarung Derajat Jawa Timur untuk periode 2025-2029 menekankan pentingnya memperkenalkan olahraga bela diri tradisional kepada pelajar sejak usia dini.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra ini mengutarakan, pencak silat dan Tarung Derajat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga, tetapi juga memiliki nilai edukatif dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

“Bela diri asli Indonesia ini seharusnya bisa menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat TK atau SD hingga SMP dan SMA. Selain melatih fisik, kegiatan ini juga dapat membentuk karakter, kedisiplinan, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” jelas Penasehat Utama Dharma Lautan Utama (DLU) Grup ini saat diwawancarai awak media.

Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini menjelaskan, olahraga bela diri memiliki nilai sportivitas tinggi yang mampu membentuk mental tangguh serta sikap kompetitif bagi para pelajar. Melalui pembinaan yang terarah, potensi atlet muda di Jawa Timur dapat ditemukan dan dikembangkan sejak dini.

Ketua Dewan Pembina DPP GAPASDAP ini menambahkan, baik pencak silat maupun Tarung Derajat merupakan cabang olahraga prestasi yang membuka peluang bagi atlet untuk menempuh jalur prestasi dalam pendidikan maupun karier.

“Prestasi di cabang olahraga ini dapat menjadi nilai tambah bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan bisa membuka peluang karier, misalnya menjadi anggota TNI, Polri, maupun aparatur sipil negara,” tukas pria asal kelahiran Balikpapan, Kaltim ini.

Alumnus ITS ini juga menegaskan, pencak silat memiliki prospek besar di tingkat internasional. Selain telah dipertandingkan dalam berbagai ajang dunia, olahraga ini dinilai memiliki peluang untuk terus berkembang hingga menembus level Olimpiade.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso menyambut positif gagasan menjadikan pencak silat dan Tarung Derajat sebagai kegiatan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya ini menggarisbawahi bahwa, langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong budaya hidup sehat sekaligus memasyarakatkan olahraga di tengah masyarakat.

“Kami ingin menggalakkan budaya hidup sehat, memasyarakatkan olahraga, serta mengolahragakan masyarakat. Instrumen pendidikan merupakan fondasi utama untuk mencetak generasi penerus yang berkarakter, berkepribadian, dan kompetitif,” jelas Cahyo, sapaan akrabnya.

Menurutnya, DPRD Jawa Timur akan mendorong koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), KONI, Dinas Pendidikan, hingga instansi terkait lainnya, agar gagasan tersebut dapat dikaji secara komprehensif dan diterapkan di sekolah-sekolah di Jawa Timur.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini menilai, program tersebut tidak hanya penting untuk menjaga regenerasi atlet, tetapi juga berperan dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat serta rasa kebersamaan.

“Kegiatan olahraga dan aktivitas sosial dapat membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, cinta sesama, serta menjunjung tinggi nilai toleransi. Ini penting untuk menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” tandasnya.

Alumnus Universitas Airlangga (Unair) ini juga membeberkan, pentingnya kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas olahraga, akademisi, dan masyarakat.

Putra BHS ini memaparkan. dukungan tokoh masyarakat serta kalangan pengusaha seperti Bambang Haryo Soekartono sangat dibutuhkan dalam memajukan sektor pendidikan, olahraga, dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

“Kalau hanya mengandalkan APBD tentu tidak akan cukup. Karena itu diperlukan kolaborasi nyata dari berbagai pihak agar program pembangunan, termasuk pembinaan olahraga, dapat berjalan optimal,” tutup Tokoh Muda Inspiratif dari salah satu media lokal ini. (ari)


Tinggalkan Komentar