Buya Anwar Sebut 'Darah Segar' di PP Muhammadiyah ke Depan Sudah Pasti Terjadi - Telusur

Buya Anwar Sebut 'Darah Segar' di PP Muhammadiyah ke Depan Sudah Pasti Terjadi

Anwar Abbas

telusur.co.id - Tentang perlunya 'darah segar' masuk ke dalam jajaran  kepengurusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ke depan, sudah pasti akan terjadi. Karena jika dilihat dari kepemimpinan PP Muhammadiyah saat ini saja ada kekosongan dalam jumlah personilnya.

"Sebab, ada 3 orang dari pengurusnya sudah meninggal dunia tanpa ada penggantian, yaitu Prof. dr Yunahar Ilyas, Prof. Dr, Bahtiar Efendi, dan Prof Dr Suryatno," kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Senin (31/10/22).

Karena itu, menurut dia, sangat penting dipikirkan oleh peserta Muktamar ke-48 Muhammadiyah yang beberapa hari lagi akan bersidang, adalah tentang apa yang harus dikerjakan Muhammadiyah untuk masa lima tahun ke depan.

Apalagi, tantangan yang dihadapi umat bangsa dan negara ke depan akan semakin berat. Karena, desakan perubahan akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta adanya perubahan dalam konstelasi politik dunia, dan bakal terjadinya pergeseran pusat peradaban dan kemajuan dari Barat ke Asia Timur dan Selatan dimana Indonesia ada disitu. 

"Kalau hal- hal ini  tidak diantisipasi oleh Muhammadiyah, maka tentu tidak mustahil Muhammadiyah akan tergilas," tegasnya.

Wakil Ketua Umum MUI ini menyatakan, mengingat beratnya masalah, apalagi dalam tahun 2023 diperkirakan dunia akan dilanda resesi.

Indonesia tentu akan sulit melepaskan diri dari dampaknya, lantaran ekonomi negeri ini dan juga negara-negara lain telah terintegrasi sedemikian rupa ke dalam ekonomi dunia.

"Sehingga bila di suatu negara ada masalah, maka dia dengan sendirinya juga akan berpengaruh kepada negara lain, termasuk negara kita indonesia," tuturnya.

Untuk itu, masalah persatuan dan kesatuan menjadi sesuatu yang sangat penting. "Karena dengan itulah kita akan bisa menghadapi dan mengatasi masalah yang ada." 

Bagi Buya Anwar, corak kepemimpinan Muhammadiyah masa depan, selain mementingkan kompetensi dan integrity juga harus benar-benar bisa mendukung terbentuk dan tegaknya sebuah kepemimpinan kolektif kolegial. 

Di mana, segala masalah dihadapi secara bersama-sama dengan musyawarah mufakat, sehingga diharapkan semua persoalan akan bisa diatasi.

Harapannya, agar roda organisasi bisa didorong untuk terus berputar dengan lebih cepat lagi, sehingga kemajuan Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi akan bisa diakselerasi. 

"Bila hal ini bisa terjadi, maka kontribusi Muhammadiyah bagi kemajuan umat, bangsa dan negara dalam berbagai aspek dan dimensinya  tentu akan bisa didorong dengan    lebih baik dan lebih besar lagi. Semoga," tukas Buya Anwar.[Fhr]


Tinggalkan Komentar