telusur.co.id - Indonesia diprediksi jadi negara ke-4 Ekonomi terbesar Dunia pada 2045 setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.
Hal itu bukan hanya membangun optimisme kebangkitan Indonesia meniadi negara maju, tetapi juga harapan bagi sepak bola Indonesia bangkit di kancah dunia, yakni dengan mengikuti gelaran akbar sepak bola dunia sekaligus menjadi tuan rumah yang diprediksi tahun 2040.
“Harapan itu hadir dan menemukan momentumnya pada Piala Dunia Qatar 2022 vang menghadirkan banyak sekali kejutan, salah satunya adalah bangkitnya perwakilan negara Asia yang mampu mengalahkan tim tangguh Eropa,” kata Koordinator Nasional Forum Akademisi Penghemar Sepak Bola Indonesia (FAPSI) Amsori Bahruddin Syah, saat deklarasi FAPSI di Jakarta Selatan, Sabtu (14/1/23).
“Tim Nasional (Timnas) Arab Saudi, Jepang dan Korea Selatan yang mampu mengalahkan kandidat kuat juara Piala Dunia 2022, yakni Argentina, Jerman dan Portugal. Bahkan, 3 Timnas Asia mampu menembus 16 besar. Fakta tersebut memperlihatkan kebangkitan sepak bola Asia, termasuk menambah optimisme bagi Indonesia,” sambungnya.
Amsori menuturkan, impian Indonesia ikut piala dunia ternyata tidak hanya dirasakan oleh suporter dan masyarakat pecinta pada umumnya, tetapi juga oleh kalangan akademisi.
“Hal itu karena sepak bola merupakan olah raga yang disukai oleh berbagai lapisan sosial masyarakat dan lintas profesi,” ungkapnya.
Dikatakan Amsori, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan diselenggarakan pada 16 Februari 2023 menjadi momentum penting bagi lahirnya Gerakan Revolusi Sepak Bola Indonesia. Hal itu bisa dioptimalkan untuk mendorong dan memastikan transformasi total sepak bola Indonesia berjalan dengan baik.
“Kami, para akademisi yang berlatar belakang aktivis, pengamat dan praktisi yang juga bagian dari masyarakat pecinta sepak bola tanah air berhimpun dalam Forum Akademisi Penggemar Sepak Bola Indonesia (FAPSI),” tuturnya.
Ia menerangkan, FAPSI hadir dalam rangka memberikan kontribusi berupa gagasan dan kajian untuk mengawal dan memastikan revolusi sepak bola Indonesia berjalan dengan baik.
Dalam mewujudkan harapan tersebut, FAPSI mendorong perlu dilakukan transformasi total sepak bola Indonesia yang diawali dengan revolusi induk federasi sepak bola Indonesia atau PSSI.
Selain itu, lanjut dia, FAPSI juga mendorong adanya revolusi sepak bola Indonesia dengan melakukan pembenahan total di berbagai aspek, di antaranya: Pembenahan total infrastrukrur sepak bola Indonesia, membangun kualitas stadion yang aman dan nyaman sesuai standar FIFA; Pembenahan total manajemen kompetisi Liga Indonesia.
Lalu, Pembenahan SDM dan manajemen talenta tim nasional dan kualitas wait; Mitigasi dan manajemen konflik antar suporter; Manajemen pengamanan pertandingan; Penegakkan hukum atas praktik dan permainan mafia bola; Pembenahan Industri Sepak Bola Indonesia, ekonomi dan pembangunan industri kreatif.
“Sebagai kontribusi FAPSI dalam mendorong dan mengawal transformasi total sepak bola Indonesia, para akademisi akan menyumbangkan sebuah buku yang berjudul ‘Revolusi Sepak Bola Indonesia: Roadmap Indonesia Menuju Piala Dunia,’ yang akan launching Insya Allah awal Bulan Februari 2023,” terangnya.
Dikatakannya, buku tersebut berasal dari gagasan dan kajian ilmiah FAPSI sesuai dengan kompetensi, kepakaran dan keilmuannya masing-masing dalam membedah permasalahan sepak bola Indonesia.
“Harapannya dapat memberikan masukan dan rekomendasi bagi stakeholder terkait dalam rangka memajukan sepak bola Indonesia,” demikian Amsori. [Tp]