telusur.co.id, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan meminta pemerintah untuk menahan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yakni Pertalite dan Solar.
Pasalnya, kenaikan harga BBM bersubsidi akan membuat rakyat kecil menengah kebawah semakin susah.
Kemudian juga membuat daya beli masyarakat terganggu, memicu lonjakan inflasi dan mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pemerintah harus bijaksana dan tidak memberatkan masyarakat," kata Nasim di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/08/2022).
Kendati beban subsidi energi termasuk BBM di dalamnya memang menjadi komponen yang memberatkan APBN selama ini. Namun, kata Nasim, pemerintah harus bisa mencari alternatif lain yang bisa menyelamatkan semuanya. Terutama menyelamatkan nasib rakyat kecil menengah kebawah.
Untuk menekan harga tersebut, Nasim pun mengusulkan agar pemerintah menempuh upaya pembatasan disertai pengawasan dan impor minyak murah.
Pertama, Nasim mengusulkan agar pemerintah melakukan pembatasan dan peningkatan pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran.
Menurutnya, bila pembatasan BBM bersubsidi tersebut dapat dikombinasikan dengan tindakan pengawasan yang ketat, maka efisiensi penggunaan BBM bersubsidi akan semakin maksimal.
"Siapa yang berhak mendapatkan subsidi dan siapa yang tidak berhak mendapat subsidi dengan segala sesuatu infrastrukturnya harus kita persiapkan, sehingga subsidi itu benar dan apa yang digunakan dan APBN kita kepada subsidi ini bisa benar-benar dirasakan oleh rakyat yang benar-benar membutuhkan," kata Wakil rakyat asal Dapil Jatim III (Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi) ini.
Kedua, pemerintah bisa segera mengimpor minyak mentah murah dari Rusia. Menyusul, tawaran harga minyak mentah dari Rusia lebih murah 30 persen dibandingkan harga pasar.
Sebagai negara yang bebas atau non blok, kata Nasim, Indonesia tentunya berhak memilih yang terbaik demi kepentingan dan kebutuhan bangsa dan kemaslahatan rakyat Indonesia.
"Kalau kita harus mengimpor barang yang kualitasnya lebih baik, lebih murah, kenapa tidak," kata Nasim.
Masih kata Nasim, jika pemerintah mengambil dua atau salah satu usulan tersebut, maka akan ada harapan harga BBM subsidi tersebut, tak perlu dinaikkan seperti yang direncanakan saat ini.
Nasim pun percaya, pemerintah akan mengambil keputusan yang terbaik dalam melindungi kepentingan rakyat dan bangsa.
"Saya yakin pemerintah bisa memutuskan yang terbaik untuk bangsa dan negara kita," kata Nasim.



