Dicabuli Sepupunya, Bocah Ingusan Kerap Menangis dan Banyak Melamun - Telusur

Dicabuli Sepupunya, Bocah Ingusan Kerap Menangis dan Banyak Melamun


telusur.co.id - Kasus pencabulan kadang dilakukan oleh orang terdekat. Sama halnya yang dialami oleh kakak beradik di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara. Sebut saja Bunga (9) dan Ayu (8) yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) ini menjadi korban bejat sepupunya sendiri.

Bunga dan Ayu dicabuli oleh sepupunya, AS (16). AS masih berstatus pelajar SMA kelas 2. Akibat ulahnya, AS langsung dibawa polisi ke PPA Polres Simalungun.

 Kasus ini berawal dari sikap Bunga dan Ayu yang menjadi pendiam. Kerap melamun di dalam kelas. Gurunya pun curiga dan mencoba untuk mengulik dan mempertanyakan kepada yang bersangkutan.

Awalnya, Bunga dan Ayu enggan bercerita, alasannya takut. Namun, karena gurunya bisa memberikan pengertian. Akhirnya, Bunga dan Ayu cerita mengenai kelakuan tak senonoh yang dilakukan oleh sepupunya tersebut.

“Si anak itu menangis di dalam kelas dan sering termenung. Lalu setelah ditanya, si anak itupun cerita, terkait aksi bejat itu,” ungkap salah seorang guru.  

Mendengar pengakuan itu, pihak sekolah langsung melaporkan kepada nenek korban, karena kedua siswa itu tinggal dan disekolahkan oleh neneknya.

Kabar inipun menjadi buah bibir dan ramai diperbincangkan di lingkungan pelaku dan korban tinggal. Sebab pelaku seks terhadap keponakannya ini justru dilakukan di rumahnya sendiri. 

Ternyata beberapa hari yang lalu, pelaku sudah sempat diserahkan ke PPA Polres Simalungun, namun karena dianggap masih sama-sama di bawah umur dan mempunyai hubungan darah kekeluargaan, pelaku tidak ditahan.

Pihak keluarga juga mengurungkan niat untuk melapor ke PPA Polres Simalunhun dan berharap kasus itu bisa meredah begitu saja. Akan tetapi ratusan warga yang bermukim di sekitar rumah pelaku, rupanya sudah mencium cerita bejat AS kepada dua kakak beradik itu.

Setelah melihat pelaku kembali bersekolah dan tidak ditahan oleh Polres Simalungun, warga pun menjadi ribut. Warga takut dan khawatir anak-anak mereka yang masih kecil bisa menjadi korban bejat AS. Warga yang tersulut emosi mau membakar rumah pelaku jika tidak ditahan.

Akhirnya, Polsek Parapat menurunkan anggotanya Brigadir Teddy Purba. Selanjutnya, Teddy melakukan koordinasi dengan Lurah Parapat Rohana Sinaga, lalu bergerak menuju rumah orang tua pelaku.

Untuk meyakinkan adanya pencabulan, Brigadir Teddy menanyakan kembali kepada kedua kakak beradik tersebut. Dari pengakuan korban, AS sudah berulang kali melakukan hal tak senonoh itu. Pelaku memasukkan ‘anunya’ ke bagian kemaluan korban, dan sudah sering dilakukan. “Kalau kami 'nggak mau, kami dipukul, dicubit, kadang juga dibuat cabe ke luka bekas luka pukulan Uda’ (paman) itu,” aku korban. 

Kedua kakak beradik itu juga mengatakan AS kadang meminta ‘dioral’. “Kemaluan Uda itu dimasukkan ke mulut.”

Kedua korban itu pun menunjukkan bekas cubitan dibagian paha, lengan, jidat, bibir, dan banyak lagi lebam-lebam ditubuh kakak beradik itu.  “Kemaluan kami pun terasa sakit,” ujar kedua kakak beradik tersebut. [Asp]

 

Laporan Jerson


Tinggalkan Komentar