DK PBB Adopsi Resolusi Desak Iran Hentikan Serangan ke Negara Teluk - Telusur

DK PBB Adopsi Resolusi Desak Iran Hentikan Serangan ke Negara Teluk

Ilustrasi bendera PBB. foto ist

telusur.co.id - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (11/3) mengadopsi resolusi yang dirancang oleh Bahrain yang menuntut Iran segera menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk.

Menurut laporan koresponden RIA Novosti, resolusi tersebut disetujui oleh 13 negara anggota Dewan Keamanan, sementara Rusia dan China memilih abstain dalam pemungutan suara.

Dokumen itu secara tegas mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk, yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania. Resolusi tersebut juga menuntut agar Iran segera menghentikan serangan-serangan tersebut.

Namun demikian, resolusi itu tidak menyebutkan serangan militer yang sebelumnya dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta tidak menyerukan kedua negara tersebut untuk menghentikan operasi militernya.

Sebelumnya, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani pada Selasa (10/3) mengkritik rancangan resolusi tersebut. Ia menilai beberapa anggota Dewan Keamanan mencoba membalikkan posisi antara pihak korban dan agresor dalam konflik yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB juga dijadwalkan melakukan pemungutan suara terhadap rancangan resolusi lain yang diajukan oleh Rusia yang menyerukan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.

Deputi Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva menyatakan bahwa rancangan resolusi yang diajukan negaranya bersifat lebih non-konfrontatif dibandingkan dokumen yang disusun oleh Bahrain.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang dilakukan Washington dan Tel Aviv pada 28 Februari.

Pada hari pertama operasi tersebut, serangan dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta menghantam sejumlah target sipil, termasuk sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran. Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah mencapai lebih dari 1.300 orang. [ham]


Tinggalkan Komentar