Dorong Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan, DPR: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi - Telusur

Dorong Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan, DPR: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi


telusur.co.id - Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira mengaku berduka cita atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Sudah sekitar 174 orang yang dilaporkan tewas dalam kerusuhan tersebut. 

"Kita semua pencinta sepak bola, bangsa Indonesia, berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa pada tragedi kerusuhan sepakbola di akhir pertandingan antara FC Malang dan Persebaya," kata Andreas kepada wartawan, Minggu (2/10/22). 

Andreas mendorong agar tragedi Kanjuruhan ini diselidiki secara serius, pemicu dan rangkaian peristiwa ya. 

"Sehingga tidak terjadi kesalahan atau upaya untuk menutup-nutupi fakta-fakta penyebab, pemicu dan rentetan peristiwa yang mengikuti tragedi sehingga terjadi korban yang begitu banyak," ungkapnya. 

Menurut politikus PDIP ini, pengungkapan peristiwa penting dilakukan untuk menghukum mereka yang harus bertanggung jawab, sesuai hukum yang berlaku. Tetapi juga untuk menjadi bahan pelajaran agar peristiwa-peristiwa yang sama atau serupa tidak terjadi di masa datang.

Dia menilai, peristiwa ini telah mencoreng wajah sepak bola Indonesia. Di tengah upaya persepakbolaan Indonesia sedang membenah dirinya untuk meningkatkan prestasi timnas, persiapan menjadi tuan rumah piala dunia U-20 dan pelbagai event internasional yang akan berlangsung di tanah air. 

"Peristiwa ini menunjukan bahwa sepakbola (atau dunia olahraga pada umumnya) selain prestasi atlet sebagai hal utama, juga menyangkut berbagai aspek lain, termasuk manajemen keamanan event pertandingan," ujarnya. 

Tragedi Kanjuruhan, lanjut dia, menunjukan manajemen keamanan event olahraga, apalagi event olahraga massal seperti sepakbola, jauh dari profesional. Manajemen pendukung tim sepakbola yang semakin hari semakin membludak tidak bisa lagi ditangani dengan pola "gerombolan" seperti saat ini.

Untuk itu, PSSI harus segera turun tangan melakukan pembenahan secara menyeluruh disamping prestasi yang semakin membaik, juga manajemen pendukung setiap tim, keamanan stadion dan lingkungan, event pertandingan dan penempatan penonton. 

PSSI sebagai representasi sepakbola Indonesia baik ke dalam negeri maupun ke dunia internasional, perlu segera menjelaskan kepada FIFA dan kepada publik internasional mengenai tragedi ini. 

"Akui saja apa kelemahan-kelemahan yang masih dimiliki, dan bersiap untuk membenahi dalam rangka menghadapi event-event internasional yang akan berlangsung di tanah air maupun yang akan diikuti oleh Timnas di luar negeri," kata Andreas. 

"Dengan penjelasan PSSI kita berharap FIFA tidak menjatuhkan sanksi yang merugikan perkembangan dunia sepakbola yang sedang meningkat," tukasnya.[Fhr


Tinggalkan Komentar