telusur.co.id - Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus, mengingatkan kepada para pejabat pemerintah agar tidak menyelewengkan kepercayaan dan mandat yang diberikan Presiden Joko Widodo.
Deddy mengaku mendapat informasi tentang pejabat berwenang yang mempersulit proses investasi untuk mendapatkan keuntungan bagi pribadi dan kelompoknya.
"Terus terang saya bertemu dan mendapat keluhan dari beberapa investor, baik dalam maupun luar negeri. Mereka mengeluhkan bahwa proses perizinan terbaru memang mempermudah urusan administrasi di awal, tetapi proses setelahnya justru menjadi rumit dan tidak jelas," kata Deddy, dalam keterangannya, Selasa (19//22).
Anggota Fraksi PDIP ini mengkritisi adanya sekelompok oligarki kekuasaan yang membajak pemusatan regulasi untuk kepentingan mereka. "Ini sudah seperti kembali ke zaman Orba, indikasinya ada yang minta saham, minta jatah preman hingga mencoba merampas kegiatan investasi orang lain," ujarnya.
Menurut Deddy, upaya sistematis ini tidak saja terjadi pada investor yang baru akan memulai bisnisnya, tetapi juga perusahaan yang sudah lama menanamkan modalnya di Indonesia. Seperti di bidang perkebunan, tambang batu bara, nikel, smelter, perikanan, listrik, dan sebagainya.
Dia berpendapat apa yang dilakukan para oknum pejabat itu akan sangat merugikan bagi negara dan masyarakat secara keseluruhan. Presiden Jokowi sangat berkeinginan mempermudah investasi dalam rangka mendongkrak kegiatan ekonomi di sektor riil, sumber daya alam, dan manufaktur.
Dengan demikian akan terbuka banyak lowongan pekerjaan dan terciptanya distribusi keadilan antarwilayah serta nilai tambah produk di Indonesia. Hal itu akhirnya akan bermuara pada peningkatan penerimaan negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, katanya.
"Saya khawatir tujuan-tujuan mulia itu akan tersendat atau tidak akan pernah tercapai hingga akhir masa kepemimpinan Presiden Jokowi. Setahu saya bahkan ada investor di bidang maritim yang akhirnya memilih mundur dan menutup usahanya akibat perilaku para oligarki tersebut. Bukannya dipermudah, mereka merasa dipersulit," tukasnya.[Fhr]



