telusur.co.id, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan meminta Menteri BUMN, Erick Thohir untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan tunggakan hutang yang melilit perusahaan Bondowoso Indah Plywood (BIP) Divisi Industri PT Indah Karya (Persero).
Pasalnya, kata Nasim, nasib para pelaku UMKM yang menjadi supplier perusahaan tersebut sungguh sangat memprihatinkan dan berdampak pada penutupan usaha pelaku UMKM.
"Pak menteri (Menteri Erick), Saya mengingatkan ini (Persoalan tunggakan hutang yang belum dibayar). saya membawa aspirasi dari Dapil saya yaitu tentang Indah Karya yang sampai sekarang belum ditindaklanjuti," kata Nasim kepada Menteri Erick saat Rapat Kerja di Komisi VI DPR RI, Kamis (08/09/2022).
Menurut Nasim, perusahaan BUMN, semestinya mendukung, melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya.
Akan tetapi, kenyataannya, perusahaan tersebut malah mempersulit para pelaku UMKM ketika ingin meminta haknya.
"Kasihan mereka Pak. Katanya pemerintah mau mengembangkan UMKM, tapi ternyata sekarang UMKM dipersulit, malah susah oleh mitra kita yaitu indah karya," ucap Nasim Khan.
Sebagai wakil rakyat asal Dapil Jatim III (Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi), Nasim pun merasa tergerak menyuarakan hak para pelaku UMKM yang belum dibayarkan oleh perusahaan tersebut.
"UMKM sebagai supplier Indah karya sekarang terdata hampir 13 Milyar. Mereka dirugikan di daerah Kabupaten Bondowoso Pak. Termasuk di daerah Jember, Lumajang dan sebagainya suplayernya pak, dan tidak ada kelanjutan kepastiannya," kata Nasim.
"Kita bingung (kenapa belum dibayar). Yang lucu, kemarin saya sampaikan. Nah tetapi malam dia membuka lowongan baru (padahal) belum menyelesaikan di internal (hutang)," tambah Nasim.



