telusur.co.id - Wakil Ketua Fraksi Golkar di MPR Firman Soebagyo mengajak masyarakat agar bijak dalam menyikapi tren pengibaran bendera bajak laut One Piece. Ia menyoroti, aksi tersebut dapat memicu beragam interpretasi publik.
Sebelumnya, respon dari berbagai pihak muncul soal pengibaran bendera One Piece mulai dari apresiasi terhadap kreativitas hingga kekhawatiran terhadap potensi makna simbolik yang provokatif.
Firman mengingatkan, meskipun kebebasan berekspresi dijamin, ekspresi publik tetap harus memperhatikan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
"Kalau pengibaran bendera One Piece itu hanya sekedar ekspresi seni atau kecintaan terhadap budaya, saya kira tidak perlu disikapi secara berlebihan. Namun, kalau sudah menyentuh simbolik bisa menimbulkan interpretasi sebagai bentuk perlawanan atau bahkan agitasi tentu harus diwaspadai," katanya, Senin (4/8/2025).
Ditambahkan Firman, simbol bajak laut dalam One Piece kerap disosialisasikan dengan perlawanan terhadap ketidakadilan dan status quo. Menurutnya, hal itu bisa ditafsirkan berbeda-beda tergantung konteks dan motif pihak yang mengibarkannya.
"Kita tahu, tokoh utama dalam One piece sering digambarkan melawan sistem korup dan menindas. Kalau kemudian ini dikaitkan dengan kondisi sosial politik di Indonesia, tentu bisa menimbulkan tafsir provokatif. Perlu kedewasaan dari masyarakat untuk menempatkan simbol pada tempat yang tepat," ujar legislator dapil Jateng III ini.
Firman mengingatkan, agar kebebasan berkreasi tidak kebablasan hingga menciptakan kegaduhan sosial.
"Ekpresi boleh, tapi harus tetap dalam koridor Pancasila. Jangan sampai simbol budaya luar malah jadi alat untuk memecah belah atau parahnya bisa memicu konflik horizontal. Kita harus cerdas memfilter budaya global," tegas anggota Baleg DPR ini.
Selain itu, Firman mendorong Pemerintah, tokoh masyarakat dan kalangan muda untuk berdialog secara terbuka agar tidak terjadi kesalapahaman yang bisa merugikan keutuhan bangsa. [ham]