telusur.co.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi meluncurkan program “Indonesia Makin Cakap Digital” pada tahun 2021.
“Dalam perjalanannya program literasi digital telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 515 kabupaten dan kota di 34 provinsi. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan wawasan dan kecakapan yang diukur berdasarkan empat pilar digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital," ujar Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abriijani Pengerapan.
Kemenkominfo akan terus meningkatkan pencapaian tersebut dengan menyasar kelompok-kelompok strategis di masyarakat. Untuk meningkatkan skor indeks literasi digital Indonesia ke level baik, Kemenkominfo secara konsisten akan terus menjalankan kegiatan literasi digital.
“Pada tahun 2022 akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat agar tujuan peningkatan skor indeks literasi digital dapat tercapai dan peningkatan kecakapan digital tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal," kata Menkominfo Johnny G. Plate, dalam sambutan program Makin Cakap Digital.
Pada webinar yang digelar pada Kamis (18/8/22), Kemenkominfo bersama siberkreasi yang diselenggarakan untuk kelompok masyarakat di wilayah Sumatra mengangkat tema “Konsep Bisnis Digital: Pemasaran Berbasis Google Ads”.
Webinar dihadiri oleh lebih dari 1.300 orang, menghadirkan narasumber Rezha Sahhilny Amran, Praktisi Komunikasi dan kehumasan & Praktisi Literasi Digital; Julita Hazelina, Komite Edukasi Mafindo & Praktisi Literasi Digital; Aji Kresno, Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran/Praktisi Literasi Digital.
Dalam webinar tersebut, Rezha Amran membahas mengenai konsep pemasaran berbasis google ads ditinjau dari perspektif cakap digital. Pada survei tahun 2021, penduduk Indonesia menjadi masyarakat yang banyak menggunakan dan mengandalkan platform google untuk mencari dan membeli suatu produk.
"Tiga hal yang perlu dipahami dalam melakukan google ads. Pertama, buat akun google. Kedua, buatkan akun google ads dan google business. Dan terakhir pahami macam macam fitur dan peraturan yang berlaku di google," kata Rezha.
Kemudian Julita Hazelina menjelaskan, mengenai konsep pemasaran berbasis google ads ditinjau dari perspektif etis digital. Menurutnya, pemasar perlu mengedepankan integritas, kehormatan dan martabat profesi marketing dengan cara jujur dalam melayani konsumen, klien, pegawai, pemasok, distributor dan masyarakat.
"Tiga etika dalam pemasaran melalui google ads. Pertama, mematuhi kebijakan google ads. Kedua, mematuhi hukum setempat untuk setiap area yang ditargetkan iklan. Terakhir, mengatakan yang sebenarnya mengenai produk yang dipasarkan dan tidak overclaim," ujar Julita.
Sementara itu, Aji Kresno menuturkan soal konsep pemasaran berbasis google ads ditinjau dari perspektif pilar aman digital. Katanya, ada tiga tips aman dan nyaman menggunakan google ads.
"Pertama, patuhi peraturan dari google. Kedua, lakukan riset dan pahami settingan google ads terlebih dahulu, dan terakhir perkuat password akun google dengan kombinasi yang panjang dan secara berkala diganti dengan yang baru," kata Aji. (Tp)



