telusur.co.id - Pelatih Pep Guardiola menolak menyalahkan kartu merah yang diterima Bernardo Silva saat Manchester City menghadapi Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025–26 di Etihad Stadium, Rabu dini hari WIB.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-20 ketika Bernardo Silva dianggap melakukan handball di dalam kotak penalti saat mencoba menghentikan peluang Vinicius Junior. Wasit tanpa ragu memberikan kartu merah langsung sekaligus hadiah penalti untuk Real Madrid.
Namun Guardiola menilai keputusan tersebut bukan kesalahan yang layak disesali oleh pemainnya. Menurutnya, tindakan Bernardo merupakan refleks alami dalam situasi pertandingan yang berlangsung cepat.
“Ayolah, ini bukanlah sebuah kesalahan. Ini adalah kartu merah pertama Bernardo Silva. Tindakan itu adalah refleks alami dan sulit dihindari,” ujar Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan tidak akan mencari kambing hitam atas kegagalan timnya. Ia tetap memberikan dukungan penuh kepada Bernardo Silva yang selama ini dianggap sebagai salah satu pemain kunci bagi Manchester City.
“Saya tidak akan pernah menyalahkan pemain saya, terutama Bernardo setelah semua yang telah ia lakukan untuk klub ini selama bertahun-tahun,” tegasnya.
Kekalahan dari Real Madrid dengan agregat 1-5 memastikan langkah Manchester City terhenti di babak 16 besar. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan buruk The Citizens yang dalam tiga musim terakhir selalu tersingkir saat berhadapan dengan Los Blancos di fase gugur Liga Champions.
Padahal, kenangan manis sempat dirasakan City pada musim 2022/2023 ketika mereka berhasil menyingkirkan Real Madrid di semifinal sebelum akhirnya menjuarai Liga Champions usai mengalahkan Inter Milan di partai final.
Kini, Manchester City harus mengalihkan fokus ke kompetisi domestik sembari mengevaluasi performa mereka, dengan harapan bisa kembali tampil lebih kuat di pentas Eropa musim depan. [ham]



