telusur.co.id -Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman angkat bicara mengenai keputusannya memanggil kembali bek jangkung Elkan Baggott untuk memperkuat Skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026. Pemain bertahan asal klub Ipswich Town tersebut akan tampil dalam dua laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 27 dan 30 Maret mendatang.
Keputusan Herdman ini disambut sangat positif oleh para pecinta sepak bola di Tanah Air. Para fans sangat rindu dengan aksi pemain naturalisasi tersebut usai kurang lebih dua tahun absen membela tim Merah Putih di berbagai ajang.
Eks pelatih timnas Kanada ini menyoroti atribut fisik Elkan yang menjadi menjadi salah satu alasan kuat di balik pemanggilannya. Dengan tinggi badan yang menjulang, menurutnya ia akan menjadi tembok kukuh di lini belakang Indonesia bersama dengan Jay Idzes, Kevin Diks, serta Rizky Ridho.
"Tentang Elkan Baggott, karena tingginya sekitar tujuh kaki. Sepertinya saya sempat menontonnya bermain untuk Timnas Indonesia sebelumnya. Saya sangat terkesan," ujar Herdman kepada awak media usai memimpin latihan terbuka di Stadion Madya, Selasa (24/3).
Selain keunggulan fisik, pengalaman Elkan berkompetisi di kasta kedua Liga Inggris (Championship) menjadi nilai tambah di mata Herdman. Ia menilai, tempaan latihan di Inggris telah membentuk pemain berusia 23 tahun tersebut punya standar profesional yang tinggi.
"Dia bermain di Liga Championship Inggris, berlatih dengan intensitas yang sangat tinggi, dan itu menurut saya itu level yang tinggi," tambah Herdman.
Lebih lanjut, pelatih berkebangsaan Inggris ini menegaskan bahwa pemanggilan Elkan bukan sekadar untuk kebutuhan jangka pendek. Herdman memproyeksikan bek kelahiran Bangkok, Thailand tersebut sebagai tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.
"Saya berharap dia membawa profesionalisme itu ke tim ini. Dia adalah pemain muda. Menurut saya, dia adalah masa depan timnas," tegas Herdman.
Herdman pun menaruh harapan besar agar Baggott mampu menunjukkan taringnya saat berseragam Merah Putih di hadapan ribuan pendukung di GBK nanti. Apalagi, laga tersebut akan menjadi debut perdana kepelatihan pelatih yang sempat menukangi timnas putri Kanada.
"Saya berharap dia bisa memberikan performa yang luar biasa dalam dua pertandingan mendatang," tutupnya.
FIFA Series 2026 di Jakarta menggunakan format sistem gugur (semifinal). Selain laga Indonesia vs Saint Kitts and Nevis, pertandingan lainnya mempertemukan Bulgaria (UEFA) melawan Kepulauan Solomon (OFC).
Berikut jadwal lengkap FIFA Series 2026 Indonesia:
27 Maret 2026
Semifinal 1
Bulgaria vs Kepulauan Solomon
15.30 WIB
Semifinal 2
Indonesia vs Saint Kitts and Nevis
20.00 WIB
30 Maret 2026
Perebutan Tempat ke-3
15.30 WIB
Kalah SF1 vs Kalah SF2
Final
Menang SF1 vs Menang SF2
20.00 WIB



