telusur.co.i - Angkatan Darat Iran mengabarkan, sebanyak 220 tentara dan komandan Amerika Serikat (AS) telah tewas atau terluka dan kerusakan signifikan telah ditimbulkan pada aset-aset mereka alam serangan balasan selama 24 jam terakhir.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letnan Kolonel Ibrahim Zolfaghari, dikutip dari Presstv, mengatakan, pada hari Sabtu (7/3/2026), sebanyak 21 anggota militer AS tewas dan sejumlah lainnya terluka selama serangan Iran terhadap Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.
Sekitar 200 personel AS juga tewas dan terluka selama serangan terhadap pangkalan militer AS di Pangkalan Udara Al Dhafra.
Ia juga mencatat bahwa Angkatan Bersenjata Iran menargetkan sebuah kapal tanker minyak milik AS di bagian utara Teluk Persia.
Diketahui, AS dan Israel melancarkan babak baru agresi militer mereka terhadap Iran pada 28 Februari.Serangan-serangan tersebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan ratusan warga sipil Iran, termasuk wanita dan anak-anak, serta para komandan militer.
Iran lantas membalas dengan melancarkan rentetan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke wilayah yang diduduki Israel serta ke pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Para pejabat Iran mengatakan, hanya aset dan kepentingan AS dan Israel yang menjadi sasaran dan bahwa Iran tidak memiliki permusuhan terhadap negara-negara tetangga dan menghormati kedaulatan mereka.[Nug]



