telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran terbuka terhadap berbagai inisiatif regional yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah secara adil.
Dalam wawancara dengan surat kabar Al-Araby Al-Jadeed pada Minggu (15/3), Araghchi mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada proposal konkret untuk menghentikan perang yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Namun, ia menegaskan Iran siap mendukung setiap upaya yang dapat membawa perdamaian.
“Saat ini belum ada inisiatif khusus untuk mengakhiri perang. Kami akan menyambut baik inisiatif regional apa pun yang mengarah pada berakhirnya perang secara adil,” ujar Araghchi.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (13/3) juga menyampaikan bahwa pemerintahnya bersedia mempertimbangkan berbagai gagasan yang dapat memperkuat persatuan di kawasan serta memulihkan stabilitas, keamanan, dan perdamaian di Timur Tengah.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, Washington dan Tel Aviv menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan langkah pencegahan terhadap ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun kemudian, kedua pihak juga mengakui bahwa operasi tersebut bertujuan mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik / RIA Novosti.



