Iran Tegaskan Hak Membela Diri dan Serukan PBB Kecam Agresi AS–Israel - Telusur

Iran Tegaskan Hak Membela Diri dan Serukan PBB Kecam Agresi AS–Israel

Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani. foto the america times

telusur.co.id - Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menegaskan bahwa Iran akan terus membela diri hingga agresi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel dihentikan.

“Kami terus menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional,” ujar Iravani kepada wartawan di markas besar PBB.

Ia menekankan bahwa Iran hanya menargetkan sasaran militer sebagai tanggapan terhadap agresi yang ditujukan kepada negaranya. “Kami tidak menargetkan warga sipil maupun kepentingan negara tetangga. Saat ini, kami sedang menyelidiki tuduhan terkait serangan terhadap lokasi nonmiliter. Penilaian awal menunjukkan beberapa insiden mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan sistem pertahanan Amerika Serikat,” tambahnya.

Iravani menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang dan tidak menginginkan eskalasi, tetapi tidak akan menyerahkan kedaulatannya. “Peradaban kami yang kuno menunjukkan Iran selalu mencintai perdamaian, menghormati hidup berdampingan, dan menjaga martabat antarbangsa. Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela rakyat, wilayah, dan kemerdekaan kami,” ujarnya.

Selain itu, Iravani menegaskan bahwa pemilihan kepemimpinan Iran sepenuhnya ditentukan oleh rakyat tanpa campur tangan asing. “Iran adalah negara merdeka dan berdaulat. Konstitusi kami jelas: pemilihan dilakukan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing,” katanya.

Iravani juga menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk mengecam agresi AS dan Israel. “Dewan Keamanan harus bertindak sekarang, tegas, jelas, dan tanpa penundaan. Kegagalan akan menimbulkan konsekuensi serius. Hari ini Iran, besok bisa negara anggota lainnya,” tegasnya.

Ketegangan meningkat sejak Sabtu (28/2), ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan sipil, termasuk wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA


Tinggalkan Komentar