telusur.co.id -Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus mengintensifkan pelaksanaan Pasar Murah selama bulan suci Ramadan sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pada Senin (23/2), titik ke-25 program ini digelar di halaman Masjid At-Taqwa, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Sejak siang hari, ratusan warga yang didominasi oleh ibu rumah tangga telah memadati lokasi guna mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional. Antrean yang tertib di berbagai stan komoditas mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap intervensi pangan selama bulan puasa.
Dalam kegiatan ini, berbagai bahan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras premium dibanderol seharga Rp14.000 per kg, sementara beras medium dijual Rp11.000 per kg. Komoditas lain yang tersedia meliputi Minyakita seharga Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kg, dan gula pasir Rp14.000 per kg. Selain itu, warga juga dapat membeli bumbu dapur seperti bawang putih seharga Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam seharga Rp30.000 per kemasan.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Pasar Murah akan terus digencarkan sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga harga bahan pokok, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Setiap bulan puasa dan nanti menjelang Lebaran, permintaan logistik kebutuhan bahan pokok meningkat dan itu berpotensi memicu kenaikan harga. Maka Pasar Murah digelar supaya masyarakat tidak khawatir dan tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. Tentu harapannya mereka bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lebih tenang dan lancar,” kata Gubernur Khofifah.
Ia menambahkan bahwa program ini dinilai efektif membantu penguatan pemenuhan logistik keluarga dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Lebih lanjut, Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut menjelaskan bahwa agenda strategis ini dirancang untuk melengkapi program serupa yang dijalankan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Pemilihan lokasi di pemukiman warga juga menjadi strategi khusus agar manfaatnya tepat sasaran.
“Hari ini lokasi Pasar Murah ditempatkan sangat dekat dengan masjid dan mendekatkan penjangkauan di perkampungan warga. Saya selalu berpesan supaya lokasinya jauh dari pasar tradisional. Tentu harapannya ini bisa menyasar langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan beras kepada ratusan lansia serta membagikan telur kepada ibu rumah tangga yang membawa anak sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga.
Ia juga memberikan dukungan terhadap ekonomi lokal dengan memborong berbagai produk UMKM, mulai dari makanan hingga minuman. Kehadiran pasar ini pun disambut antusias oleh warga setempat. Asri, salah satu warga Wonocolo, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang berdekatan dengan rumahnya.
“Hari ini saya beli beras sama telur karena harganya murah dibanding beli di pasar. Bulan Ramadan ini, keluarga saya banyak konsumsi olahan telur sebagai lauk apalagi saat sahur karena praktis, sehat, dan bernutrisi,” tuturnya.



