telusur.co.id - Sekjen Kaukus Muda Anti Korupsi (Kamaksi), A. Hidayat angkat bicara terkait riuh dan polemik soal doa yang diucapkan Koordinator Kami Ganjar, Joko Priyoski.
“Kalau soal urusan doa itu urusan individu yang mendoakan dan Tuhan YME tentunya, kalau urusan doa dipelintir atau digoreng oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mendiskreditkan Joko Priyoski itu sangat terlalu,” ungkap Hidayat dalam keterangannya, Selasa.
Kata dia, doa dan adu domba itu jauh sekali urusannya. Bahkan, tidak ada korelasi yang nyambung urusan doa dengan adu domba. Hidayat juga menyayangkan jika relawan yang dibentuk oleh Joko Priyoski sebagai relawan siluman.
“Ini juga lucu buat saya soal relawan siluman pendukung Pak Ganjar, sekarang saya balik bertanya parameter relawan siluman dan yang tidak siluman itu seperti apa sih? Jangan juga menjadi tuduhan yang tidak berdasar dan menyudutkan orang yang mendoakan tersebut,” katanya.
Dari mana parameternya yang dapat mengukur sebuah dukungan terhadap Paslon capres tertentu yang dikatakan relawan siluman. “Ini ngaco.”
Karenanya, ia menduga ada panggung-panggung pengusung Ganjar yang melihat ini dari sudut pandang yang sangat sempit berpikirnya sehingga ada kata yang keluar bahwa saudara Joko Priyoski adalah relawan Ganjar abal-abal.
“Dia (Joko) mengaku hanya sekedar mendoakan Jokowi jadi Ketum PDIP di masa yang akan datang, bukan untuk saat ini,” katanya. [ham]



