telusur.co.id - Agenda fun football yang digelar oleh PSSI dan Presiden FIFA Gianni Infantino di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (18/10/22) malam, mendapat kecaman. Sebab, agenda itu diadakan justru ketika Presiden FIFA Gianni Infantino bertandang ke Indonesia dan bertemu Presiden Joko Widodo, sebagai respons atas Tragedi Kanjuruhan, Malang. Sebanyak 133 orang tewas akibat tragedi tersebut.
Menurut anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira, seharusnya PSSI merespons kesepakatan Presiden Jokowi dengan Presiden FIFA soal transformasi sepak bola Indonesia.
"PSSI seharusnya serius merespon hal-hal ini, bukannya bersenda gurau dengan aktivitas yang tidak ada hubungan dengan transformasi sepak bola,” ujar Andreas kepada wartawan, Kamis (20/10/22).
Andreas menegaskan, PSSI harus memperhatikan kritik-kritik dari masyarakat soal pembenahan sepak bola. Hal ini agar masyarakat tetap mencintai sepak bola Indonesia.
“Agar masyarakat pun tetap mencintai sepak bola Indonesia, dan kembali ke stadion untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan sepak bola Sepakbola tanpa penonton akan hambar,” ujarnya.
Menurut Andreas, tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan sangat menyakitkan bagi penggemar sepak bola Indonesia.
Oleh karena itu kehadiran FIFA di tanah air untuk mentransformasi sepakbola Indonesia. "Sebagaimana yang digagas presiden Joko Widodo harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membangkitkan kembali persepakbolaan Indonesia, baik pada prestasi, regulasi, manajemen pertandingan, Liga sepakbola, supporter juga sistem pengamanan pertandingan,” pungkas Legislator PDIP itu.[Fhr]



