telusur.co.id - Kepala SMPN 2 Cikarang Utara, H Agus Darmono mengapresiasi pemberian handphone android oleh Kordinator Kelas (Korlas) VII yang merupakan orang tua siswa dan Komite Sekolah SMPN 2 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Pemberian kepada siswa yang tidak memiliki handphone itu agar mereka dapat belajar jarak jauh di masa pandemi Covid-19 ini.
“Terus terang, saya mengapresiasi pemberian handphone tersebut. Pemberian itu merupakan gagasan Korlas VII dan komite. Saya sendiri tidak tahu menahu,” kata Agus Darmono kepada telusur.co.id di ruang kerjanya, Sabtu (5/12/20).
Agus Darmono juga merasa terharu atas inisiatif para orang tua dan komite. Pasalnya, selama ini ada pihak-pihak tertentu yang menyudutkanya bahwa kepala sekolah melakukan pungutan liar.
“Saya tidak pernah meminta apapun,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Agus mengaku selama ini sering difitnah, namun dia tidak pernah melawan dan tetap sabar. “Alhamdulilkah hari ini hati saya lega karena menepis semua tuduhan itu,” tuturnya.
Menurut Agus, dana pembelian handphone untuk siswa kurang mampu itu diperoleh dari hasil sumbangan sukarela para orang tua siswa yang tergabung dalam Korlas VII.
“Jadi ini bukan pungutan liar, tetapi sumbangan sukarela dari para orang tua murid yang tergabung dalam Korlas VII dan uangnya dikumpulkan di komite sekolah,” ujarnya.
Agus menegaskan, pihak sekolah tidak tahu menahu adanya gagasan dari Korlas VII dan komite sekolah untuk memberikan handphone kepada siswa kurang mampu.
“Tapi, saya sangat mendukung. Sebab pemerintah belum bisa membantu memberikan handphone kepada para siswa kurang mampu itu. Nah, kebetulan ada inisiatif dari korlas dan komite, ya kita dukung. Tapi kalau ada pihak lain menuduh saya melakukan pungutan liar, silahkan buktikan. Apalagi pada saat penyerahan handphone, itu disaksikan para orang tua, dan Kepala Desa Simpangan, H Kurma Kurniawan,” paparnya.
Menyinggung tuduhan pihak sekolah menjual pakaian seragam kepada para orang tua murid, Agus menjelaskan, dalam rapat dengan komite pihaknya menyampaikan bahwa untuk pakaian seragam hingga saat ini belum ada informasi, baik dari Dinas Pendidikan maupun instansi terkait.
Malah pihak sekolah menyarankan kepada para orang tua murid agar membeli seragam sendiri untuk anaknya.
“Silahkan saja masing-masing beli sendiri di pasar,” kata dia.
Tapi, lanjut dia, jika nanti ada informasi dari Dinas Pendidikan atau instansi terkait, pihaknya akan menyampaikannya kepada para orang tua murid.
“Yang pasti, sampai hari ini tidak ada keluar dari mulut saya, minta sumbangan atau memaksa para orang tua agar membeli seragam untuk anak-anaknya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Cikarang Utara, Dendi Suwardi mengatakan, agenda ini rutin diadakan untuk membangun komunikasi yang terbuka dan akuntabel melalui musyawarah.
“Pemberian ini masih kurang 22 dari 33 siswa yang tidak punya handphone. Saya berharap ini dapat berlanjut dan berharap orang tua lainnya untuk turut secara sukarela membantu. Insya Allah kami akan berusaha,” ujarnya.[Fhr]



