telusur.co.id - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding aktor-aktor yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas kematian ribuan orang dalam protes anti-pemerintah yang mengguncang Iran selama lebih dari dua minggu terakhir.
Dalam pidatonya pada Sabtu (17/1), Khamenei menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai “kriminal” dan menegaskan bahwa keterlibatan Washington kali ini lebih dalam dibandingkan kerusuhan sebelumnya. “Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang,” ujarnya, dikutip media pemerintah Iran.
Khamenei menekankan bahwa meski Iran tidak akan menyeret negara ke dalam perang, pihak yang dianggap bertanggung jawab tidak akan dibiarkan lolos tanpa hukuman. Ia menegaskan bahwa protes terbaru berbeda karena presiden AS disebut terlibat langsung dalam “plot internasional” melawan Iran.
Yang paling menonjol dari pidato Khamenei adalah klaim jumlah korban jiwa dalam skala ribuan. Ini menjadi pertama kalinya otoritas tertinggi Iran menyebut angka sebesar itu. Sebelumnya, pejabat Iran hanya mengakui ratusan kematian, termasuk dari pasukan keamanan.
Kelompok hak asasi manusia berbasis di AS, HRANA, melaporkan bahwa sekitar 3.000 orang tewas dalam protes, sementara otoritas Iran menyebut sekitar 3.000 orang telah ditangkap. Klaim Khamenei sebagian selaras dengan laporan beberapa organisasi HAM internasional yang menilai jumlah korban jauh lebih tinggi daripada yang diumumkan resmi.
Otoritas Iran semakin gencar menuding kekuatan asing sebagai dalang kerusuhan, terutama AS dan Israel, yang dianggap memicu ketidakstabilan dan mengarahkan operasi di lapangan. Pernyataan Khamenei memperkuat narasi bahwa protes bukan sekadar gerakan domestik, melainkan bagian dari konspirasi geopolitik. [ham]




