KPK: Mata Kiri Novel Baswedan Tak Bisa Diperbaiki - Telusur

KPK: Mata Kiri Novel Baswedan Tak Bisa Diperbaiki

Novel Baswedan. (Ist).

telusur.co.id - Mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Novel Baswedan tidak dapat diperbaiki kembali karena kerusakan sebagian besar retina. Hal tersebut terjadi karena dampak dari penyiraman air keras terhadap Novel yang terjadi pada 11 April 2017 lalu.

Begitu dikatakan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (7/2/20) kemarin.

"Hasil pemeriksaan terakhir pada tanggal 5 Februari 2020 di Singapura, tim dokter yang selama ini menangani mata Novel menyatakan kondisi mata kiri tidak dapat diperbaiki lagi, karena kerusakan sebagian besar retina," kata Ali Fikri.

Ali mengungkapkan, kondisi terakhir mata kiri Novel hanya dapat melihat cahaya. Menururnya, Novel membutuhkan perawatan dan kontrol dokter yang berkelanjutan untuk mencegah infeksi yang mungkin akan timbul kembali sehingga menyebabkan diangkatnya bola mata kiri secara keseluruhan.

Sedqngkan, kondisi mata kanan Novel masih sama seperti sebelumnya. Kemampuan melihat sekitar 60 persen dengan menggunakan lensa khusus.

"Mata kanan membutuhkan perawatan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya penurunan kemampuan melihat," ungkap Ali.

Dia mengatakan, lembaga antirasuah terus mendorong pengungkapan penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior itu. KPK berharap penuntasan kasus Novel tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga otak intelektual yang mendalangi penyerangan.

"Penyerangan ini juga telah menjadi perhatian dunia internasional. Untuk itu, Novel diundang untuk menerima penghargaan antikorupsi internasional 2020 dari Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF), Malaysia pada Selasa 11 Februari 2020," tukas Ali.

Sebelumnya, Novel Baswedan mengaku mata kirinya kini permanen tidak bisa melihat lagi. Kondisi matanya itu semakin parah usai menjalani proses pemeriksaan polisi beberapa waktu lalu.

Novel menyampaikan, mata kanannya kini ikut terdampak. Pasalnya, kondisi kedua matanya itu sensitif sekali dengan cahaya, diduga efek dari mata kirinya. Untuk itu, dia berupaya menjaga matanya dari radiasi cahaya.

Bahkan untuk menjaga panca indera penglihatannya itu, dia harus memakai topi dan kacamata. Sebab agar terhindar dari iritasi. Dia pun harus menjaga mata kanannya agar tetap bisa melihat. [Tp]


Tinggalkan Komentar