telusur.co.id - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengecam keras serangan Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Dalam pernyataannya kepada kantor berita Tass, Medvedev menyebut tindakan Presiden AS Donald Trump sebagai “pelanggaran hukum internasional yang jelas.”

Meski menegaskan ilegalitas serangan tersebut, Medvedev juga menilai Trump memiliki “konsistensi tertentu” dalam membela kepentingan nasional negaranya. “Dia dan timnya sangat gigih membela kepentingan nasional negara mereka,” ujar Medvedev.

Medvedev menyinggung tuduhan Maduro bahwa Washington berupaya menguasai sumber daya Venezuela, termasuk minyak. Ia menilai Trump tidak berusaha menyembunyikan hal itu, dan menyebut AS kini “tidak memiliki alasan untuk mencela Rusia, bahkan secara formal,” merujuk pada perang Ukraina yang sedang berlangsung.

Pernyataan Medvedev muncul setelah pemerintah Venezuela pada Sabtu (3/1) menyatakan bahwa AS telah menyerang instalasi sipil dan militer di sejumlah negara bagian, sehingga Caracas menetapkan keadaan darurat nasional.

Trump kemudian mengonfirmasi adanya serangan “berskala besar” dan memastikan bahwa Maduro bersama istrinya telah ditangkap serta dibawa ke pusat penahanan di New York. Ia menambahkan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela hingga transisi politik yang aman terjamin, sekaligus memperbaiki infrastruktur minyak negara tersebut yang disebutnya “rusak.”

Penangkapan ini terjadi setelah berbulan-bulan tekanan Washington terhadap Maduro, yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba. Maduro membantah tuduhan tersebut dan sebelumnya menyatakan kesediaannya untuk berdialog. [ham]