Memaknai Kemerdekaan dari Rumah Penculikan Bung Karno di Rengasdengklok Karawang - Telusur

Memaknai Kemerdekaan dari Rumah Penculikan Bung Karno di Rengasdengklok Karawang

Istimewa

telusur.co.idDelapan Sekretaris Jenderal yang tergabung dalam Forum Sekretaris Jenderal Cipayung Plus, yang terdiri atas berbagai organisasi mahasiswa se-Indonesia mulai dari IMM, HIKMAHBUDHI, KMHDI, GMNI, GMKI, KAMMI, HIMA PERSIS, DAN LMND menerbitkan Piagam Rengasdengklok Forum Sekretaris Jenderal Cipayung Plus pada Selasa (16 Agustus 2022).

Penerbitan Piagam Rengasdengklok Forum Sekretaris Jenderal Cipayung Plus ini merupakan sebuah rancangan gagasan dari kelompok pemuda untuk Indonesia dalam memaknai ulang situasi nasional terkini dimomentum hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun dan hasil dari kegiatan “Napak Tilas Kemerdekaan tahun 2022”.

Kegiatan dimulai pada tanggal 15 Agustus 2022 dengan agenda konsolidasi di DKI Jakarta, dan se-rangkaian agenda napak tilas kemerdekaan di Kabupaten Karawang dan Kota Blitar.

Napak Tilas dilakukan tidak hanya untuk menempuh kontemplasi pergerakan atas nilai sejarah perlawanan bangsa untuk meraih kemerdekaan, tetapi juga bagaimana kelompok pemuda menunaikan tugas pergerakan, menjawab tantangan terkini dan turut serta menyiapkan masa depan.

Forum Sekjen Cipayung Plus juga bersilaturahmi dengan pimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang untuk mencapai komunikasi dua arah dalam membahas persamaan perspektif nilai dan advokasi sejarah. 

Selain itu, Forum Sekjen Cipayung Plus juga mengunjungi Monumen Kebulatan Tekad dan Cagar Budaya Rumah Penculikan Bung Karno dan Bung Hatta oleh Kelompok Pemuda serta menemui pimpinan Pondok Pesantren AL Bagdhadi, KH Junaedi Albaghdadi. 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan lintas iman terhadap pondok pesantren yang dibangun oleh semangat mencerdaskan kehidupan bangsa serta memupuk nilai kebangsaan.

“Kami melakukan komunikasi dan advokasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Karawang, terkait pentingnya revitalisasi Cagar Budaya Rumah Penculikan Bung Karno dan Bung Hatta di Rengasdengklok agar juga berfungsi sebagai wahana edukasi sejarah nasional. Terutama penguatan pesan bahwa ada peran kelompok pemuda dalam peristiwa perumusan teks proklamasi kemerdekaan," kata perwakilan Forum Sekjen Cipayung Plus, Ravindra melalui keterangannya, Rabu (17/08/2022).

Menurut Ravindra, Agenda komunikasi dan advokasi Forum Sekjen Cipayung Plus dilakukan bersama Bupati Kabupaten Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadian, dan Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono. 

Selanjutnya, Forum Sekjen Cipayung Plus akan menindaklanjuti komunikasi dan advokasi dengan Pemerintah Pusat secara khusus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 

“Nantinya kami akan mempertemukan Mas Menteri Nadiem Makarim dan Dirjen Kebudayaan Mas Hilmar Farid, terkait revitalisasi cagar budaya direngasdengklok dengan Pemda Karawang," tutur Ravindra.

Hal ini kami lakukan sebagai salah satu output dari temuan “Napak Tilas Kemerdekaan”, bagaimana sejarah harus terus diingat, dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. 

Peran Forum Sekjen Cipayung Plus akan terbatas pada fungsi komunikasi, advokasi dan pengawasan berlanjut.

“Kami ingin sejarah penculikan Rengasdengklok menjadi peristiwa yang mengingatkan bagaimana Indonesia harus tetap ada sampai kiamat menjemput. Dan bagaimana kelompok pemuda berperan penting diRengasdengklok, salah satunya Sukarni pemuda asal Blitar, Jawa Timur," tutup Ravindra.

Sekedar informasi, pada tanggal 16 Agustus 2022 Forum sekjen Cipayung Plus telah melanjutkan agenda Napak Tilas Kemerdekaan dari Kabupaten Karawang menuju ke Kota Blitar, Jawa Timur hingga tanggal 18 Agustus 2022.


Tinggalkan Komentar