Menlu Iran Tegas Tolak Negosiasi, Pilih Lawan Musuh Tanpa Kompromi - Telusur

Menlu Iran Tegas Tolak Negosiasi, Pilih Lawan Musuh Tanpa Kompromi

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi

telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araqchi menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur dari kebijakan perlawanan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Dalam pernyataan terbarunya, ia memastikan bahwa hingga kini tidak ada proses negosiasi yang sedang berlangsung.

“Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan, dan belum ada negosiasi yang terjadi,” ujar Araqchi dalam wawancara televisi yang dikutip oleh Press TV. Ia kembali menegaskan bahwa posisi Teheran tetap konsisten meski berbagai upaya diplomatik dari negara-negara regional terus berdatangan.

Menurutnya, sejumlah menteri luar negeri di kawasan telah menjalin komunikasi dengan Iran, namun hal itu tidak mengubah sikap dasar negara tersebut. Teheran tetap berpegang pada prinsipnya dan menolak bergantung pada jaminan pihak luar.

Araqchi bahkan meragukan efektivitas jaminan internasional. Ia menyatakan bahwa Iran lebih memilih mengandalkan “jaminan inheren” yang dibangun melalui kekuatan balasan militernya. Pernyataan ini merujuk pada serangkaian serangan balasan yang diklaim telah dilakukan Iran terhadap target strategis Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Ia juga memperingatkan bahwa gencatan senjata tanpa jaminan yang jelas hanya akan menciptakan siklus konflik berkepanjangan. “Musuh harus mendapat pelajaran yang abadi,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa kerugian yang dialami Iran harus mendapat kompensasi.

Dalam pernyataan yang cukup keras, Araqchi turut menyoroti keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Ia menyebut kehadiran fasilitas tersebut justru menjadi sumber ketidakstabilan bagi negara tuan rumah, bukan sebaliknya.

“Perang ini mengungkap bahwa pangkalan-pangkalan AS tidak memberikan keamanan, tetapi justru menciptakan ancaman,” ujarnya, merujuk pada situasi di sejumlah negara seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Yordania.

Ia juga mengingatkan negara-negara kawasan agar tidak terlibat dalam konflik yang melibatkan Iran. Araqchi menilai dukungan terhadap operasi militer terhadap Iran hanya akan memperburuk situasi dan menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.

Di sisi lain, ia menyebut respons militer Iran sebagai momen emas dalam sejarah negara tersebut. Menurutnya, langkah balasan yang melibatkan ratusan rudal dan drone berhasil menggagalkan tujuan musuh, termasuk upaya melemahkan stabilitas internal Iran.

Araqchi juga menyinggung perubahan sikap pihak lawan yang kini mulai membuka wacana negosiasi, setelah sebelumnya menyerukan penyerahan tanpa syarat dari Iran. "Fakta bahwa mereka kini berbicara tentang negosiasi adalah pengakuan kekalahan,” ujarnya.

Terkait jalur strategis Selat Hormuz, Araqchi menyatakan bahwa Iran tetap mengontrol akses dengan selektif. Ia menegaskan bahwa jalur tersebut masih terbuka bagi negara-negara yang dianggap bersahabat, seperti China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk mengizinkan musuh melewati Selat Hormuz,” pungkasnya.


Tinggalkan Komentar