Netty Aher Ajak Orang Tua Lindungi Anak dari Olahan Pangan Berbahaya - Telusur

Netty Aher Ajak Orang Tua Lindungi Anak dari Olahan Pangan Berbahaya

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty P Aher

telusur.co.id - Cirebon - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengajak Masyarakat, khususnya orang tua untuk menjadi benteng pertahanan dalam melindungi anggota keluarga dari paparan pangan berbahaya.

Pasalnya, saat ini, pangan dan olahan pangan dari bahan berbahaya masih sering ditemukan di tengah-tengah masyarakat. 

Demikian disampaikan Netty Aher dalam kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan tajuk 'Keamanan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru' yang diselenggarakan atas kerjasama Komisi IX DPR RI dan Badan POM RI, di Gedung PGRI dan Aula SD Al-Farabi Kabupaten Cirebon, Rabu (04/11/2020).

"Setiap orang tua harus melindungi keluarganya dari paparan pangan berbahaya. Saat ini konsumsi pangan dan olahan pangan yang aman masih belum menjadi prioritas masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini penting dilakukan kepada masyarakat," kata Netty Aher.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI ini, pangan dan olahan pangan yang berbahaya merupakan persoalan serius yang patut mendapat perhatian semua pihak.

"Sinergi dalam program edukasi ini harus gencar dilakukan dalam berbagai media dan metode agar masyarakat semakin paham dan terlindungi baik sebagai konsumen maupun sebagai pelaku usaha. Kita masih mudah menemukan jajanan anak-anak kita yang tidak aman baik di sekolah maupun lingkungan rumah," ujar Netty.

Terlebih pada masa Covid-19 seperti ini, tentunya, lanjut Netty, sudah seharusnya masyarakat menjaga daya tahan tubuh secara lebih maksimal.

"Jaga imun, aman dan iman di masa Covid-19 ini. Konsumsi terus pangan yang aman, jaga spiritualitas, serta lakukan terus protokol kesehatan. DPR saat ini sedang membahas Rancangan undang-undang POM sebagai upaya untuk memperkuat kinerja Badan POM dalam menjamin dan melindungi masyarakat" katanya.

Mengonsumsi pangan yang aman dan tinggi gizi sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Bahkan menurut Profesor Christopher Murray dari University of Washington, menu makanan menjadi salah satu pendorong kesehatan yang dominan di seluruh dunia. 

"Saya mengajak bapak ibu yang hadir di kegiatan ini untuk melakukan dua hal. Pertama, jadilah agen dengan menyebarkan informasi yang didapat pada hari ini tentang pangan yang aman dan cara mengeceknya kepada komunitas dan kelompok masyarakat lainnya. Kedua, masyarakat harus membantu pemerintah melakukan pengawasan terhadap pangan, pangan olahan dan obat yang beredar di sekitar kita agar kita bisa dapat mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat dan jaya" ujar Netty.

Sementara itu perwakilan BPOM RI, Chairun Nisa mengatakan bahwa BPOM RI memiliki peran dan kewajiban dalam pengawasan obat dan makanan.

"Kebijakan tentang standar dan prosedur pengawasan obat dan makanan baik pengawasan sebelum dan selama edar yang dilakukan oleh pemerintah harus didukung oleh masyarakat, industri dan juga dunia usaha" katanya.

"Menjadi konsumen yang cerdas dan kritis itu penting agar kita tidak terjebak dan menyebarkan informasi yang salah serta menyesatkan terkait pangan" kata Didik Joko Pursito yang juga dari Perwakilan BPOM RI.


Tinggalkan Komentar