Pengamat Tuding Prabowo Hanya Basa Basi - Telusur

Pengamat Tuding Prabowo Hanya Basa Basi

Surya Paloh dan Prabowo di NasDem Tower. Foto istimewa

telusur.co.id - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan pernyataan Prabowo Subianto tidak harus saya yang menjadi capres tampaknya hanya basa basi politik. 

"Ada tiga indikasinya. Pertama, petinggi Partai Gerindra sudah sejak awal menyatakan capres dari partainya hanya Prabowo. Pendampingannya yang menjadi cawapres masih bisa dikompromikan," ujar Jamiluddin, Jumat.

Karena itu, bagi Gerindra, Prabowo sebagai capres sudah harga mati. Tidak ada tawar menawar terkait hal itu.

Sikap tegas itu juga terungkap saat kadernya Sandiaga Uno marak diberitakan layak menjadi capres. Petinggi Gerindra langsung menegaskan tidak ada capres selain Prabowo yang akan diusung partainya.

Sikap tegas petinggi Gerindra itu tidak pernah dianulir oleh Prabowo. Hal ini menjadi indikasi kuat kalau Prabowo memang tetap ingin maju kembali pada pilpres 2024 sebagai capres.

Kedua, elektabilitas yang tinggi membuat Prabowo semakin percaya diri untuk maju kembali menjadi capres. Dengan kerapnya elektabilitas Prabowo pada peringkat pertama, membuat dirinya dan partainya lebih yakin memenangkan kontestasi pilpres 2024.

Ketiga, Gerindra dengan perolehan kursi tiga besar di DPR RI, tentu tidak menginginkan ketua umumnya tidak mencalonkan sebagai capres. Perolehan kursi DPR RI yang tinggi membuat Gerindra merasa sangat layak mengusung kadernya menjadi capres.

Hal itu diperkuat lagi dengan tingginyanya elektabilitas kadernya. Jadi, logika politik partai Gerindra sangat logis mencalonkan Prabowo menjadi capres.

Logika politik itu juga tentunya ada di benak Prabowo. Ia menilai dirinya sangat layak menjadi capres serts partainya berhak dan sangat layak untuk mengusungnya.

"Jadi, sangat kontra logika bila Prabowo akan merelakan capres kepada orang lain.  Ia dan partainya justeru pilpres 2024 menjadi momentum untuk presiden sesungguhnya," tutup mantan dekan FIKOM IISIP Jakarta. 

Sebelumnya, seusai bertemu Surya Paloh di NasDem Tower, Prabowo menegaskan jika kedepan tidak harus dirinya yang menjadi capres. 

"Ya tidak usah. Tidak harus Prabowo, siapa saja, masa republik ini. Jadi begini ya, saya ini belajar dari sejarah, dari suatu republik yang baik adalah kewajiban setiap warga negara yang mampu fisik, intelek, jasmani, dan kondisi ekonomi dirinya dan keluarganya wajib untuk menawarkan dirinya kepada negara dan bangsa, jadi wajib," ujar Prabowo.
[ham]


Tinggalkan Komentar