telusur.co.id - Presiden Jokowi Dodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju serta PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk mengikuti rapat terbatas membahas mengenai angkutan masal perkotaan. Rapat terbatas tersebut dilaksanakan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/22).
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan, dalam rapat tersebut Presiden Jokowi menekankan pengintensifan angkutan massal perkotaan menjadi salah satu keharusan. Ia juga akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
"Sesuai arahan Pak Presiden, kami akan mengupayakan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah ada, sekaligus merencanakan dan membangun angkutan massal," ujar Heru dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Kamis (3/11/22).
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait perkembangan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) di DKI Jakarta.
Budi menjelaskan, investor dalam pembangunan MRT tidak hanya dari Jepang, tetapi juga dari Korea dan Inggris yang akan ikut masuk sebagai konsorsium.
"Kami rencanakan pada saat G20, ada signing antara pihak Indonesia, itu Kemenhub dan DKI dan pihak Jepang, Korea, dan Inggris," ujar Budi.
Budi menyampaikan, Kemenhub akan mendukung visi Presiden Jokowi yang mengutamakan angkutan massal perkotaan dengan menjadikan DKI Jakarta sebagai contoh.
Sedangkan daerah-daerah lain di Tanah Air akan dimulai dengan studi kajian terkait angkutan massal.
"Tentu waktu dari pembangunan ini dikaitkan dengan kemampuan finansial dari pemerintah dan pemerintah daerah," kata Budi. [Fhr]



