telusur.co.id - Sejak rentetan penggrebekan yang dilakukan tim Gabungan Polres Tobasa Cave Setia Ajibata, Jalan Motung, Ajibata, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, dan sejumlah penikmat dan bandar Narkoba dikabarkan melarikan diri.
Kali ini, Satreskrim Polres Tobasa akhirnya berhasil menggrebek rumah kediaman 'Kanjeng Mami' (RS) di Desa Lumban Pea, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa, Sumut, Jumat (21/2/20).
Penggrebekan itu sempat menggemparkan situasi perkampungan dan beramai-ramai memviralkan situasi tersebut lewat Facebook.
Salah satu sumber yang enggan disebut namanya, menjelaskan, saat penggrebekan, tak ada perlawanan dari para tersangka sekaligus pemilik rumah, termasuk saat suami Kanjeng Mami berinisial TT, digelandang ke mobil polisi, warga juga berkerumun dengan jarak dekat dari rumah tersangka.
Selama dua jam lebih, aksi penggrebekan bandar besar Narkoba yang selama ini dianggap kebal hukum itu. Polisi sepertinya membawa satu goni seperti gonitepung sebagai barang bukti. Hanya saja, apa isi dalam goni itu belum pasti diketahui, apakah uang hasil penjualan selama ini atau justru barang Narkobanya.
Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo mengungkapkan bahwa pasukannya dari Sat Reskrim telah melakukan penggrebekan sekaligus menangkap tiga orang tersangka diantaranya, TT, BY dan RS.
Agus juga menyampailan bahwa penangkapan ketiga tersangka adalah hasil pengembangan kasus sebelumnya. Dimana pengeroyokan yang dilakukan oleh enam orang tersangka terhadap korban DFN, DFN yang mana mereka dituduh sebagai mata-mata dan kibus.
DFN dihajar sampai babak belur dan telah membuat laporan atas kejadian itu.
Menurut info warga, si RS dan TT ini adalah bandar besar narkoba di Tobasa. "Atas penangkapan ketiga tersangka, kita akan kembangkan terus, dan terimakasih kepada masyarakat yang mendukung penggrebekan itu, sebab tidak ada warga yang menghalangi petugas saat menggrebek rumah tersangka."
Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan dan pengembangan kasus itu masih dilakukan secara intensif. "Kami masih memiliki waktu selama 1x24 jam, dan selanjutnya kami juga akan sampaikan ke publik terkait hal tersebut, tentu melalui rekan-rekan media," ujar Agus.
Salah seorang warga yang menyaksikan penggrebekan mengatakan, jika benda misteri yang ada dalam goni itu diduga uang hasil penjualan Narkoba. Karena, si Kanjeng Mami dan Suaminya adalah toke dan bandar narkoba paling berpengarus dijagad Tobasa.
"Mereka sering juga keluar masuk Lapas Balige, sangat lihai, licik dan kaki tangannya sudah ada dimana-mana," kata sumber.[Tp]
Laporan: Zest



