telusur.co.id - Presiden Donald Trump menegaskan pada Jumat (13/2) bahwa Amerika Serikat siap mengerahkan “kekuatan yang sangat besar” jika negosiasi nuklir yang sedang berlangsung dengan Iran gagal.
Trump menyampaikan hal ini saat ditanya oleh wartawan terkait keputusan mengirim kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah. “Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,” ujarnya. Ia menambahkan, “Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba ... Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar.”
Pernyataan Trump ini muncul setelah media melaporkan bahwa AS akan mengirim USS Gerald R. Ford untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang sudah berada di kawasan.
Meskipun demikian, Trump menyatakan optimisme terhadap negosiasi. “Saya berpikir negosiasi ini akan berhasil. Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran — sangat buruk,” ucapnya.
Negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran berlangsung di Muscat pada 6 Februari dengan mediasi Oman untuk membahas program nuklir Teheran. Pertemuan ini menandai berakhirnya penangguhan sekitar delapan bulan setelah AS menyerang fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025 di tengah eskalasi konflik Iran-Israel.
Di tengah proses pembicaraan, AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan dan memperingatkan Iran agar mencapai kesepakatan. Isu pengayaan uranium tetap menjadi titik perselisihan utama, dengan AS menuntut Iran menghentikan pengayaan dan memindahkan uranium tingkat tinggi ke luar negeri, tuntutan yang ditolak Teheran.
Washington juga berupaya memasukkan program rudal Iran serta dukungannya terhadap kelompok bersenjata di kawasan ke dalam negosiasi, tetapi Teheran menegaskan hanya akan membahas program nuklirnya. [ham]



