telusur.co.id, JAKARTA -Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jakarta Pusat terus berkembang menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, percaya diri, dan kelak menjadi kebanggaan keluarga, Jakarta, serta Indonesia. Menurut Fahira Idris, Sekolah Rakyat memiliki peran penting sebagai jembatan bagi anak-anak Indonesia, untuk berani meraih mimpi dan membangun masa depan yang lebih baik.
Harapan tersebut disampaikan Fahira Idris saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jakarta Pusat bertema “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani”, yang berlangsung di Auditorium Graha Wicaksana, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Pejompongan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10). Hadir juga dalam open house ini Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah.
“Saya berharap anak-anak Sekolah Rakyat terus tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, percaya diri, berani bermimpi dan memperjuangkan cita-citanya. Semoga kelak mereka menjadi kebanggaan keluarga, Jakarta, dan Indonesia,” ujar Fahira Idris.
Menurut Senator Jakarta ini, tema Open House tersebut mengandung pesan yang sangat kuat tentang harapan dan keberanian. Pendidikan sejatinya bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan keyakinan dalam diri setiap anak bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk menentukan masa depannya.
Rangkaian acara yang menghadirkan kreativitas dan kemampuan anak-anak, mulai dari Tari Sirih Kuning, paduan suara, pembacaan puisi, pidato multibahasa, hingga karate, menjadi gambaran bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat terus berkembang apabila mendapatkan kesempatan, bimbingan, dan lingkungan yang mendukung.
“Dulu mereka mungkin hanya berani bermimpi. Hari ini mereka mulai berani tampil, mencoba, belajar, dan menunjukkan kemampuan. Inilah salah satu kekuatan pendidikan, yakni mengubah rasa tidak percaya diri menjadi keberanian untuk melangkah menuju masa depan,” katanya.
Fahira Idris mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo Subianto melalui Program Sekolah Rakyat yang membuka akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, program ini merupakan salah satu ikhtiar penting negara untuk memperluas kesempatan pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Namun, Fahira Idris menilai makna Sekolah Rakyat harus dibangun lebih jauh dari sekadar menyediakan sekolah gratis, ruang kelas, asrama, dan fasilitas pendidikan. Sekolah Rakyat harus menjadi jembatan mobilitas sosial yang membuka kesempatan lebih luas bagi anak untuk memiliki kehidupan yang lebih baik daripada kondisi sosial-ekonomi tempat mereka dibesarkan.
“Setiap anak berhak memiliki mimpi yang besar. Kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi batas bagi cita-cita mereka. Sekolah Rakyat harus menjadi jembatan yang menghubungkan mimpi anak-anak dengan kesempatan nyata untuk mewujudkannya,” ujar Fahira Idris.
Menurut Fahira Idris, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari nilai akademik maupun jumlah siswa yang lulus. Lebih dari itu, sekolah harus mampu membangun karakter, kesehatan fisik dan mental, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, keterampilan hidup, serta rasa percaya diri peserta didik.
Hal tersebut semakin penting karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama. Selain memperoleh pembelajaran akademik, anak-anak membutuhkan lingkungan pengasuhan yang aman, penuh perhatian, mendukung kesehatan mental, serta tetap menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan keluarga.
Fahira Idris juga mendorong agar perjalanan pendidikan anak-anak Sekolah Rakyat mempunyai kesinambungan yang jelas. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka perlu mendapatkan pendampingan untuk mengakses berbagai pilihan masa depan, baik melalui perguruan tinggi, pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dunia kerja, maupun kewirausahaan.
“Anak-anak harus memiliki banyak pilihan masa depan. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, insinyur, atlet, pengusaha, atau pemimpin. Tugas pendidikan adalah membantu mereka menemukan potensinya dan mempersiapkan jalan agar cita-cita tersebut semakin mungkin diwujudkan,” katanya.
Menurut Fahira Idris, Sekolah Rakyat juga perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan keluarga. Kemajuan anak akan semakin bermakna apabila orang tua dan keluarganya turut memperoleh penguatan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, Sekolah Rakyat benar-benar dapat menjadi jalan untuk meningkatkan mobilitas sosial dan kesejahteraan antargenerasi.
Pada kesempatan tersebut, Fahira Idris juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, pengasuh, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jakarta Pusat.
Menurutnya, peran guru dan pengasuh sangat menentukan karena mereka bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi sosok yang membantu anak menemukan keberanian, membangun karakter, dan menumbuhkan harapan.
“Seorang guru bukan hanya mengajarkan pelajaran. Guru juga bisa mengubah rasa minder menjadi percaya diri dan ketakutan menjadi keberanian. Terkadang satu kalimat penyemangat dari guru dapat menjadi bekal seorang anak sepanjang hidupnya,” ungkap Fahira Idris.
Fahira Idris berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jakarta Pusat terus menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan, aman, inklusif, dan mampu menghadirkan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi seluruh peserta didik.
“Kepada anak-anakku di Sekolah Rakyat, jangan pernah malu mempunyai cita-cita besar. Teruslah belajar, hormati guru, sayangi teman, jaga akhlak, dan jangan mudah menyerah. Hari ini kalian sedang menyiapkan masa depan. Insya Allah, dari Sekolah Rakyat ini akan lahir anak-anak hebat yang menjadi kebanggaan keluarga, Jakarta, dan Indonesia. Terus bermimpi, terus belajar, dan terus berani,” pungkas Fahira Idris.