Hadapi PSIM Jogja yang Belum Pernah Menang, Shin Tae-yong Minta Persija Waspadai Kejutan Laskar Mataram

by Risyad Avisena |
Hadapi PSIM Jogja yang Belum Pernah Menang, Shin Tae-yong Minta Persija Waspadai Kejutan Laskar Mataram
Pelatih Persija Shin Tae-yong (kanan) dan pemain Dony Tri Pamungkas (kiri) pada konferensi pers jelang pertandingan via daring, Jumat (9/10/2026). Foto: dok. Persija.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), mematok target kemenangan mutlak saat berhadapan dengan PSIM Jogja pada laga lanjutan pekan keempat Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026) sore.

Meski sang lawan belum mencatatkan satu pun kemenangan sejauh ini, juru taktik asal Korea Selatan tersebut enggan meremehkan kekuatan Laskar Mataram.

Bagi STY, catatan statistik lawan di klasemen tidak bisa dijadikan patokan utama. Ia menilai PSIM tetap memiliki potensi ancaman yang besar sehingga skuad Macan Kemayoran dituntut untuk tampil disiplin.

"Target pertandingan besok tentu saja mendapatkan 3 poin. Tim seperti PSIM Jogja saat ini memang belum meraih kemenangan, tetapi mereka adalah tim yang bagus jika melihat jalannya pertandingan," ujar Shin Tae-yong pada sesi jumpa pers jelang laga, Jumat (9/10/2026) pagi.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah dan harus mempersiapkannya dengan baik," tambahnya.

Meski memasang target tinggi, persiapan Persija jelang laga ini bukannya tanpa hambatan. Datangnya jeda internasional membuat sejumlah pilar utama harus absen dari markas latihan khususnya yang mendapat panggilan membela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Kondisi ini diakui Shin Tae-yong cukup berdampak pada persiapan taktik skuadnya.

"Hal yang menjadi kendala adalah pemain timnas kami sedang dipanggil ke luar, jadi kami tidak bisa melakukan latihan organisasi tim bersama-sama," ungkap eks pelatih yang pernah menukangi Timnas Korea Selatan tersebut.

Kendati persiapan taktik tim secara keseluruhan sedikit terganggu, STY memastikan bahwa program latihan bagi pemain yang tersisa berjalan sangat optimal. Ia memanfaatkan masa jeda kompetisi ini untuk meregenerasi tenaga anak asuhnya.

"Meski begitu, selama jeda 3 minggu ini kami beristirahat dengan baik dan menjalankan program latihan dengan lancar."

"Jadi untuk pertandingan besok, sulit untuk menilai apakah situasi ini berdampak baik atau buruk bagi pemain," tutup STY.

Laga ini akan menjadi ujian penting bagi kedalaman skuad Persija Jakarta untuk membuktikan kualitas mereka di pentas Super League, sekaligus menjaga konsistensi tim.

Komentar

Berita Terkait