Haru! Shayne Pattynama Sukses Penalti di Final, Sebut Ada "Pesan" dari Mendiang Ayah

by Risyad Avisena |
Haru! Shayne Pattynama Sukses Penalti di Final, Sebut Ada "Pesan" dari Mendiang Ayah
Selebrasi emosional Shayne Pattynama usai mengeksekusi penalti ke gawang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Senin (5/10/2026). Foto: Telusur/Jaya Pratama.

Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati drama menegangkan melawan Thailand pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pertandingan berlangsung sengit hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir. Kedua tim akhirnya harus menentukan juara melalui adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, Shayne Pattynama dipercaya menjadi penendang keempat Indonesia dan berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Shayne masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti pada menit ke-101 untuk menggantikan Justin Hubner. Kehadirannya menjadi salah satu keputusan penting di tengah pertandingan yang berlangsung ketat.

Keberhasilan Shayne mengeksekusi penalti terasa semakin spesial. Pasalnya, pemain yang memperkuat Persija Jakarta tersebut sebelumnya diragukan tampil karena belum sekalipun bermain pada musim ini.

Ia masih dalam proses pemulihan cedera dan belum mencatatkan penampilan pada tiga laga awal Super League bersama Macan Kemayoran.

Terakhir kali Shayne tampil bersama Timnas Indonesia adalah pada Piala AFF 2026. Karena itu, kesempatan tampil yang diberikan pelatih John Herdman di partai final FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus menjadi momen comeback yang berujung manis bagi pemain berusia 28 tahun tersebut.

Usai pertandingan, Shayne mengaku sulit menggambarkan perasaannya setelah Indonesia berhasil menjadi juara melalui pertandingan yang berlangsung dramatis.

"Saya tidak bisa menggambarkannya. Ini luar biasa. Anda tahu, seperti, memenangkan ini dengan cara ini, sangat dramatis."

"Saya sangat bangga dengan semua orang, dan saya sangat senang menjadi bagian dari tim ini. Ini luar biasa," kata Shayne kepada pewarta usai pertandingan.

Namun, ada cerita lain di balik keberhasilan Shayne menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti. Ia mengaku sempat berlatih tendangan penalti sehari sebelum pertandingan dengan arah yang berbeda dari keputusan yang akhirnya diambil saat berada di lapangan.

"Tidak, saya berpikir awalnya kemarin saya berlatih penalti dan setiap kali saya menendang ke sisi yang lain," ujar Shayne.

"Tapi kemudian saya berpikir di saat-saat terakhir, sejujurnya, sesuatu berkata kepada saya 'tendang ke sudut yang, eh, berbeda'," lanjutnya bercerita.

Shayne kemudian mengungkap alasan emosional di balik keputusannya mengubah arah tendangan. Ia merasa keputusan tersebut datang dari pesan mendiang ayahnya yang seolah memberikan dorongan kepadanya dari tempat lain.

"Dan saya pikir (mendiang) ayah saya di atas sana, dia yang menyuruh saya melakukan ini," tutur Shayne sambil terlihat berbinar.

"Anda tahu? Ayah saya, ya, dia menyemangati saya di surga. Jadi saya, saya yakin bahwa dialah yang menyuruh saya untuk menendang ke sana," ucapnya haru.

Tendangan Shayne akhirnya berhasil bersarang di gawang Thailand. Eksekusi tersebut ikut membawa Indonesia melewati drama adu penalti dan memastikan skuad Garuda mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan 70 ribu suporter yang memadati SUGBK.

Bagi Shayne, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal mencetak gol dari titik putih. Setelah melewati masa pemulihan cedera dan minim menit bermain, ia akhirnya kembali dipercaya membela Timnas Indonesia di laga terbesar dan ikut ambil bagian dalam sejarah baru skuad Garuda.

Bagi dirinya, momen magis tersebut juga menjadi kenangan personal tentang sang ayah yang diyakininya tetap hadir dan memberikan semangat dari surga.

Komentar

Berita Terkait