telusur.co.id – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, memberikan sejumlah catatan kepada Timnas Indonesia menjelang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Ia meminta tim pelatih melakukan persiapan secara lebih matang, mulai dari membaca kekuatan lawan, menjaga stamina pemain, hingga membangun harmonisasi permainan di atas lapangan.
Habib menilai evaluasi terhadap performa Timnas Indonesia pada pertandingan sebelumnya perlu menjadi pijakan bagi tim pelatih. Salah satu hal yang menurutnya perlu dibenahi adalah kemampuan dalam memetakan kekuatan dan pola permainan lawan.
“Pelatih sekarang tentunya harus betul-betul melalui sebuah perhitungan yang matang. Kelemahan kemarin-kemarin, yang pertama, kurang memahami sekuat atau kekuatan keseimbangan-keseimbangan lain,” kata Habib kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).
Selain membaca kekuatan lawan, persoalan stamina juga menjadi perhatian. Menurut Habib, banyaknya pilihan pemain tidak akan cukup apabila tidak diiringi pengelolaan kebugaran yang baik.
“Kemudian yang kedua, sampai sejauh mana walaupun kita banyak pemain, ya seorang, tetapi tidak memperhitungkan stamina. Ternyata kemarin-kemarin, stamina kita ada kedodoran,” ujarnya.
Soroti Adaptasi dan Kepemimpinan Tim
Habib juga menilai proses adaptasi antarpemain masih membutuhkan perhatian. Ia mencontohkan sejumlah pemain yang sebelumnya mendapat ekspektasi tinggi, tetapi belum mampu menunjukkan performa sesuai harapan ketika diturunkan.
“Adaptasi dengan karakter pemain-pemain kita itu masih memerlukan waktu. Jadi, misalnya yang tadinya kita agung-agungkan yang namanya Michael Bakker, ternyata begitu tampil agak mengecewakan,” katanya.
Tak hanya soal teknis, Habib turut menyoroti kepemimpinan di dalam skuad Garuda. Ia menilai Timnas Indonesia membutuhkan sosok kapten yang mampu menyatukan pemain dengan latar belakang, karakter, dan pengalaman yang berbeda.
“Kalau saya melihat, sampai hari ini nampaknya kita belum memiliki kapten yang bisa mensinergikan para pemain,” tuturnya.
Karena itu, ia mendorong adanya regenerasi kepemimpinan di dalam tim. Pemain-pemain senior, menurutnya, perlu mulai menyiapkan penerus agar kesinambungan kepemimpinan tetap terjaga.
Di sisi lain, Habib meminta tim pelatih berani mengombinasikan pemain muda dan senior. Perpaduan tersebut dinilai dapat menjaga keseimbangan antara pengalaman dan energi dalam permainan.
John Herdman Diminta Dengarkan Asisten
Habib juga memberikan catatan kepada pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Ia berharap pelatih asal Kanada tersebut lebih terbuka terhadap masukan dari jajaran asistennya yang dinilai lebih memahami karakter para pemain Indonesia.
“Ini tantangan untuk John Herdman. Artinya, dia harus mau mendengar dari beberapa asistennya. Nampaknya asisten-asisten dia kurang didengar, yang lebih tahu persis watak, karakter, dan gaya dari para pemain ini,” jelas Habib.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakter pemain menjadi salah satu kunci untuk menciptakan permainan yang lebih fleksibel dan sulit ditebak lawan.
“Untuk bisa mengharmonisasikan, mengorkestrasikan gaya bermain itu enggak mudah. Jangan sampai waktu kemarin-kemarin itu terlalu individual, dan kita terlalu mudah diketahui,” katanya.
Habib menilai pola permainan yang monoton berpotensi membuat strategi Timnas Indonesia lebih mudah dibaca lawan. Karena itu, variasi permainan perlu disiapkan sejak awal pertandingan.
“Gaya permainan itu sangat monoton. Lima belas menit pertama, kalau misalnya ini, sudah kita berharap,” ujarnya.
Target Semifinal
Terkait kiprah Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Habib berharap skuad Garuda setidaknya mampu melangkah hingga babak semifinal.
“Peluangnya kalau bisa masuk semifinal, itu sudah bagus. Saya harapkan, saya berharap masuk semifinal,” kata Habib.
Ia menilai persaingan pada fase awal masih cukup berimbang. Sejumlah tim seperti Singapura, Malaysia, dan Bangladesh disebutnya sebagai lawan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Kalau untuk lolos dulu, lawan-lawan kita relatif seimbang, Singapura, Malaysia, Bangladesh. Terutama Bangladesh, mungkin agak buat kita,” ujarnya.
Habib memperkirakan hasil positif saat menghadapi Singapura dan hasil imbang ketika melawan Malaysia dapat membantu Indonesia menjaga peluang melaju ke fase berikutnya.
“Kalau kita berhasil mengalahkan Singapura, dan dengan Malaysia bisa draw, itu kita bisa masuk, bisa juara,” katanya.
Menurut Habib, peluang tersebut tetap membutuhkan pembenahan menyeluruh. Mulai dari strategi membaca lawan, kebugaran pemain, regenerasi kepemimpinan, hingga kemampuan pelatih mengorkestrasi seluruh pemain dalam satu pola permainan yang lebih solid dan variatif.Saya juga bisa membuat versi lebih singkat, lebih “nendang”, dan SEO-friendly dengan judul seperti: “Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Habib Syarief Bongkar 5 PR Timnas Indonesia”.