Kabar duka menyelimuti sepak bola Indonesia. Isman Jasulmei, pelatih senior sekaligus salah satu figur yang lama berkecimpung dalam pembinaan sepak bola nasional, meninggal dunia pada Selasa pagi (29/9/2026) dalam usia 61 tahun.
Isman mengembuskan napas terakhir di salah satu rumah sakit di kawasan Matraman, Jakarta. Jenazah almarhum kemudian disemayamkan di wilayah Kota Depok.
Kepergian Coach Isman meninggalkan kesedihan bagi sejumlah pemain, pelatih, serta insan sepak bola yang pernah bersentuhan langsung dengan perjalanan kariernya.
Ketua PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi, menjadi salah satu pihak yang turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian mantan pemain dan pelatih tersebut.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita atas berpulangnya Ayah dan sahabat sejati," ungkap dia dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Bagi dia, wafatnya Isman bukan hanya kehilangan bagi orang-orang terdekat, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Indonesia, terutama sektor pembinaan usia muda.
“Kami kehilangan salah satu tokoh ideal dalam sepak bola Indonesia. Semasa hidupnya, almarhum merupakan pribadi yang sangat baik, rendah hati, dan memberikan keteladanan bagi banyak orang," ucap Meiyadi.
Hubungan keduanya juga bukan sekadar kolega di lingkungan sepak bola. Meiyadi pernah menjadi asisten Isman ketika menangani Persikad Depok.
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian Isman semakin banyak tercurah pada pembinaan sepak bola akar rumput. Dia tetap aktif berbagi pengalaman meski tidak lagi berada di tengah hiruk-pikuk kompetisi profesional.
Peran Isman di sepak bola Depok juga tidak berhenti sebagai pelatih. Dia dipercaya memberikan masukan serta pandangan teknis dalam pengembangan sejumlah program sepak bola di daerah tersebut.
“Beliau bukan hanya memberikan ilmu tentang sepak bola, tetapi juga nilai-nilai tentang bagaimana menjadi manusia dan insan olahraga yang baik," kata Meiyadi.
"Kami sangat kehilangan. Semoga seluruh dedikasi, ilmu, dan keteladanan yang beliau tinggalkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi sepak bola berikutnya,” lanjut dia.
Nama Isman Jasulmei memiliki perjalanan panjang dalam sepak bola nasional. Sebelum menekuni dunia kepelatihan, ia tercatat pernah memperkuat Timnas Indonesia pada ajang internasional Merlion Cup pada 1984 dan 1986.
Dia juga menjadi bagian dari Persija Jakarta pada era Perserikatan.
Kedekatan Isman dengan sepak bola bahkan masih terasa hingga hari-hari terakhirnya. Meiyadi mengenang bagaimana almarhum masih aktif berdiskusi mengenai perkembangan permainan dan menyaksikan pertandingan.
"Kemarin masih membahas filosofi sepak bola, bahkan beberapa hari yang lalu masih nonton bola Liga 4 sama jajaran Askot PSSI Depok," ungkap dia.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, Isman melanjutkan pengabdiannya melalui jalur kepelatihan. Sejumlah klub pernah berada di bawah tangan dinginnya, di antaranya Persikad Depok, Persis Solo, PSMS Medan, hingga Maluku FC.
Salah satu fase penting dalam perjalanan kepelatihannya terjadi ketika Isman dipercaya menjadi Asisten Pelatih Persija Jakarta. Saat itu, ia mendampingi pelatih kepala Sergei Dubrovin.
Duet tersebut kemudian turut mengantarkan Persija Jakarta meraih gelar juara Liga Indonesia 2001.
Perjalanan panjang sebagai pemain, pelatih, dan mentor membuat Isman Jasulmei meninggalkan jejak tersendiri dalam sepak bola Indonesia.
Di luar kompetisi dan hasil pertandingan, dedikasinya terhadap pembinaan pemain muda menjadi bagian penting dari warisan yang ditinggalkannya.
Lebih lanjut, Meiyadi berharap seluruh amal ibadah Isman Jasulmei mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dia turut mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi kepergian tersebut.
Editor: Risyad.