telusur.co.id - Persaingan sektor ganda putra dunia dipastikan kembali membara di Singapore Open 2026. Ketatnya persaingan membuat peluang juara terbuka lebar bagi siapa saja yang paling siap dan mampu memanfaatkan momentum di lapangan.

Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi atau yang akrab disapa Herry IP, menilai seluruh pasangan elite dunia kini memiliki level permainan yang nyaris setara.

Menurut Herry, juara bertahan Aaron Chia / Soh Wooi Yik tetap memiliki peluang besar untuk kembali bersinar di Singapura meski baru saja gagal melangkah ke final Malaysia Masters 2026 usai dikalahkan kompatriot mereka, Goh Sze Fei / Nur Izzuddin Rumsani, di semifinal.

“Saya harap Aaron-Wooi Yik bisa tampil baik di Singapura. Dalam turnamen seperti ini, semuanya bergantung pada siapa yang paling siap dan siapa yang bisa memanfaatkan peluang mereka sebaik mungkin,” ujar Herry.

“Level permainan ganda putra dunia sekarang sangat ketat. Jadi pasangan yang mampu menjaga kondisi dan memaksimalkan kesempatan biasanya akan keluar sebagai juara,” tambahnya.

Tahun lalu, Aaron/Wooi Yik tampil luar biasa di Singapore Open dengan menaklukkan pasangan Korea Selatan nomor satu dunia, Kim Won Ho / Seo Seung Jae, sebuah kemenangan langka yang menjadi satu-satunya keberhasilan mereka dalam empat pertemuan.

Namun perjalanan pasangan peringkat dua dunia itu kali ini diprediksi tidak mudah. Di babak pertama mereka akan menghadapi duo Prancis Toma Junior Popov / Christo Popov yang dikenal agresif dan pantang menyerah.

Jika lolos, tantangan berat lain sudah menanti dari pasangan Inggris Ben Lane / Sean Vendy di babak 16 besar. Statistik juga kurang menguntungkan karena Lane/Vendy sukses memenangi empat dari enam pertemuan terakhir melawan Aaron/Wooi Yik.

Tak berhenti sampai di situ, potensi duel panas kontra pasangan China Liang Wei Keng / Wang Chang bisa terjadi di perempat final, sebelum kemungkinan bentrokan sesama Malaysia menghadapi Sze Fei/Izzuddin di semifinal.

Di sisi lain, Herry IP mengaku puas melihat perkembangan pasangan muda Malaysia, Wan Arif Junaidi / Yap Roy King serta Aaron Tai / Kang Khai Xing.

Menurutnya, kedua pasangan mulai mampu menerapkan filosofi permainan menyerang yang selama ini menjadi ciri khas racikannya.

“Arif-Roy King dan Aaron-Khai Xing memang masih kalah, tetapi saya melihat peningkatan dibandingkan tahun lalu. Pola permainan mereka mulai terbentuk dan itu yang saya harapkan,” kata Herry.

Wan Arif/Roy King sendiri tampil impresif di Malaysia Masters pekan lalu dengan menembus semifinal Super 500 untuk pertama kalinya, termasuk menyingkirkan Aaron Tai/Khai Xing di babak kedua.

Pada Singapore Open kali ini, Arif/Roy King akan menghadapi ujian berat melawan pasangan Jepang Takumi Nomura / Yuichi Shimogami di babak pertama.

Sementara Aaron Tai/Kang Khai Xing langsung mendapat tantangan besar saat menjalani debut mereka menghadapi pasangan independen Malaysia Nur Mohd Azriyn Ayub / Tan Wee Kiong.