Iran Tegaskan Tak Ada Pertemuan dengan AS di Tengah Lawatan Menlu ke Pakistan - Telusur

Iran Tegaskan Tak Ada Pertemuan dengan AS di Tengah Lawatan Menlu ke Pakistan

Sumber Foto: TNA

telusur.co.id - Pemerintah Iran memastikan tidak ada rencana pertemuan dengan Amerika Serikat selama kunjungan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi ke Islamabad, Pakistan. Kunjungan tersebut disebut sepenuhnya difokuskan pada konsultasi diplomatik terkait stabilitas dan perdamaian kawasan.

Dilansir Kantor berita Tasnim Sabtu (25/4/2026), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan melalui platform X bahwa kunjungan Araghchi bertujuan melakukan pembicaraan resmi dengan pejabat tinggi Pakistan, terutama terkait upaya mediasi yang tengah berlangsung di kawasan.

“Kami berada di Islamabad untuk pembicaraan resmi. Tidak ada pertemuan yang dijadwalkan antara Iran dan Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurut Baqaei, Iran akan menyampaikan pandangannya kepada Pakistan sebagai bagian dari peran negara tersebut dalam upaya mediasi regional.

Dalam pernyataan tersebut, Iran juga menyinggung ketegangan yang meningkat setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel yang disebut terjadi sejak akhir Februari. Iran mengklaim bahwa serangan militer terhadap wilayahnya telah memicu respons balasan berupa serangan rudal dan drone ke sejumlah target militer di kawasan Teluk.

Peran Pakistan sebagai mediator disebut kembali menguat setelah gencatan senjata sementara yang sebelumnya difasilitasi Islamabad pada awal April. Dalam proses tersebut, Iran juga mengajukan sejumlah proposal, termasuk penarikan pasukan asing dan pencabutan sanksi.

Namun, negosiasi lanjutan yang berlangsung di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan, dengan kedua pihak masih memiliki perbedaan pandangan mendasar terkait komitmen politik dan keamanan.

Iran menegaskan bahwa setiap kemungkinan kembali ke meja perundingan sangat bergantung pada perubahan sikap pihak lawan, termasuk isu blokade dan sanksi yang masih menjadi titik konflik utama.

Dengan situasi yang masih tegang, kunjungan diplomatik ini dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, meski belum mengarah pada pertemuan langsung dengan Washington.


Tinggalkan Komentar