telusur.co.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi mencanangkan Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin (18/5/2026). Langkah masif ini diinisiasi sebagai bentuk kehadiran nyata negara dalam memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara terintegrasi, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.
Dalam sambutannya, Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan, pembentukan KP2MI merupakan transformasi besar dari yang sebelumnya berbentuk badan operator (BP2MI) kini menjadi kementerian yang menjalankan fungsi operator sekaligus regulator, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 139 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 90 Tahun 2024.
"Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami agar meningkatkan kualitas pelindungan bagi pekerja migran. Baik dari sebelum mereka bekerja, selama bekerja, serta setelah mereka bekerja, dan mengoptimalkan penempatan Pekerja Migran yang terampil, medium, dan high skill," ujar Mukhtarudin.
Mukhtarudin mengingatkan bahwa Pekerja Migran bukanlah sekadar angka dalam laporan statistik, melainkan pejuang ekonomi yang rela menukar rindu demi kesejahteraan keluarga.
"Kontribusi nyata mereka terlihat dari data statistik ekonomi dan keuangan Bank Indonesia, di mana remitansi yang dihasilkan Pekerja Migran pada tahun 2025 mencapai angka fantastis Rp288 triliun," bebernya.
Dampak positif ini, lanjut dia, kian terasa ketika remitansi dikelola secara produktif. Banyak purna Pekerja Migran pulang membawa keterampilan dan modal untuk membangun usaha di sektor pertanian, kuliner, industri kreatif, hingga pendidikan.
"Dari migrasi yang aman, lahir kemandirian dan kesejahteraan. Dan inilah yang kita sebut sebagai brain circulation", imbuhnya.
Mukhtarudin juga memaparkan data capaian penegakan hukum dan pelindungan sepanjang awal tahun ini. Sejak Januari hingga April 2026, Kementerian P2MI tercatat berhasil mencegah keberangkatan ilegal sebanyak 1.353 calon pekerja migran di berbagai titik perbatasan.
Selain itu, KP2MI telah melakukan takedown terhadap 4.213 konten digital berbahaya dan menyesatkan, juga menangani 1.173 aduan dari Pekerja Migran di berbagai negara penempatan.
"Kondisi ini menegaskan bahwa negara harus hadir. Bukan hanya melalui kebijakan di atas kertas, tetapi juga hadir langsung di ruang-ruang kehidupan masyarakat," cetusnya.
Gerakan Nasional Migran Aman ini dipastikan bukan sekadar seremoni belaka, melainkan instrumen pencegahan berkelanjutan yang langsung menyasar akar rumput (keluarga dan desa).
Untuk menyukseskan Gerakan Nasional Migran Aman, Kementerian P2MI mendorong lima strategi utama yang komprehensif dari hulu ke hilir. Strategi tersebut diawali dengan penyebaran informasi masif guna mendominasi ruang publik dan digital dalam mengedukasi masyarakat, yang dibarengi dengan mitigasi risiko serta deteksi dini lewat pengawasan ketat di wilayah-wilayah rawan penempatan ilegal.
Selain itu, kementerian membangun kolaborasi lintas sektor bersama kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga pihak swasta.
Di tingkat bawah, dilakukan akselerasi edukasi akar rumput dengan menjadikan desa sebagai simpul utama informasi melalui program Desa Migran Emas, serta memobilisasi para purna Pekerja Migran Indonesia sebagai agen perubahan tepercaya yang mengedukasi komunitas di lingkungan mereka.
Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 669 Desa Migran Emas di seluruh provinsi di Indonesia yang berfungsi sebagai garda terdepan pelindungan serta pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.
Mukhtarudin meminta pemerintah daerah, kepala desa, dan perangkat desa untuk mengintegrasikan gerakan ini ke dalam forum warga, seperti musyawarah desa, kegiatan PKK, hingga posyandu.
Ia juga mengetuk hati para tokoh agama untuk menyelipkan pesan migrasi aman di mimbar-mimbar ibadah, serta meminta media massa dan penggiat digital untuk terus menyebarkan informasi edukatif agar harapan masyarakat tidak dibajak oleh tipu daya sindikat.
"Jadikan gerakan ini hidup di tengah keluarga, tumbuh di desa-desa, dan menguat dalam lapisan masyarakat. Migran yang aman, demi rakyat yang sejahtera, dan untuk Indonesia yang lebih maju," pungkasnya. [Nug]



