telusur.co.id -Persib Bandung mulai mematangkan rencana penyambutan dan konvoi tim apabila berhasil memastikan gelar juara musim ini. Berbeda dengan perayaan sebelumnya, rute konvoi kali ini disiapkan secara khusus dengan melewati sejumlah kawasan bersejarah di Kota Bandung.
Direktur Olahraga Persib, Adhitia Putra Herawan, mengatakan jalur konvoi yang disiapkan bukan sekadar membalikkan rute perayaan musim-musim sebelumnya. Manajemen, kata dia, telah menyiapkan konsep baru untuk selebrasi juara musim ini.
"Nggak dibalik. Beda rutenya. Jadi rutenya besok itu," ucap Adhitia saat ditemui awak media di Graha Persib, Selasa (19/5).
Adhitia menjelaskan titik awal konvoi direncanakan dimulai dari Gedung Sate. Rute tersebut sengaja dipilih untuk menghadirkan nuansa berbeda bagi pemain maupun Bobotoh dibanding perayaan sebelumnya yang dimulai dari Balai Kota Bandung.
"Insya Allah kalau kita juara konvoynya kita mulai dari gedung sate. Berakhirnya di pendukung. Kalau sebelumnya kan dari balai kota ke gedung sate," tambahnya.
Lebih lanjut, manajemen Persib ingin menjadikan konvoi juara sebagai sarana memperkenalkan kembali nilai sejarah Kota Bandung kepada masyarakat, khususnya para pencinta sepak bola.
"Nah kalau nanti dari gedung sate ke pendukung. Jadi tujuannya dulu kita mau mengenalkan tiga titik bersejarah kota Bandung," kata Adhitia.
Ia kemudian membeberkan tiga titik bersejarah yang akan dilewati rombongan Persib dalam konvoi tersebut. Ketiga lokasi itu dinilai memiliki nilai historis sekaligus identitas kuat bagi Kota Bandung.
"Yang pertama itu patung sepak bola, Patung Ajat di Lembong. Yang kedua titik nol di Asia Afrika. Dan ketiga itu di gedung Merdeka," jelasnya.
Tak hanya menjadi jalur iring-iringan, salah satu titik tersebut juga akan dijadikan lokasi prosesi simbolis pengangkatan trofi juara. Manajemen berencana menggelar seremoni di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Gedung Merdeka.
"Nanti insya Allah ada prosesnya angkat pialanya itu di JPO di gedung Merdeka," paparnya.
Kawasan Asia Afrika dipilih bukan tanpa alasan. Menurut Adhitia, lokasi tersebut memiliki makna historis dan filosofis yang kuat sehingga diharapkan dapat memberikan atmosfer berbeda dalam perayaan juara Persib.
"Nah kita juga pengen ngenalin itu kan area bersejarah kota Bandung. Dan harapannya karena itu akan melewati jalur Asia Afrika," tambahnya.
Lebih jauh, manajemen Persib juga menyelipkan harapan besar melalui pemilihan jalur Asia Afrika tersebut. Mereka berharap langkah Persib musim depan dapat berbicara lebih banyak di kompetisi level Asia.
"Mudah-mudahan insya Allah musim depan kita berpresisi lebih jauh di Asia. Doanya seperti itu," pungkasnya.



