Persija Kena Comeback atas Bhayangkara FC, Mauricio Souza Sebut Kartu Merah Jordi Amat Jadi Biang Kerok - Telusur

Persija Kena Comeback atas Bhayangkara FC, Mauricio Souza Sebut Kartu Merah Jordi Amat Jadi Biang Kerok

Pemain Persija Jordi Amat mendapat kartu merah pada laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Minggu (5/4). Foto: Telusur.co.id/Fahmi Abdushshofi.

telusur.co.id -Persija Jakarta harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4).

Sempat memegang kendali permainan dengan dua kali unggul, Macan Kemayoran justru dipaksa menyerah dengan skor tipis 3-2 setelah tuan rumah berhasil membalikkan keadaan beberapa menit jelang laga berakhir.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan bahwa sejatinya timnya sudah memulai laga dengan sangat baik sesuai dengan skema yang dipersiapkan.

"Kita mulai pertandingan sesuai dengan apa yang kita sudah rencanakan. Kita tahu di mana kita dapat ruang untuk kita bisa sampai ke gawang lawan. Kita bisa cetak gol dan punya satu atau dua kesempatan lagi untuk mencetak gol di gawang lawan," ujar Mauricio Souza pada konferensi pers usai laga.

Namun, keunggulan awal tersebut gagal dipertahankan. Mauricio menyayangkan penurunan mental dan konsentrasi anak asuhnya yang justru berujung pada kekecewaan. Celah di lini pertahanan menjadi titik lemah yang berhasil dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol penyeimbang.

"Dan apa yang seharusnya memberikan kita motivasi, malah membawa kita pada kekecewaan. Kita tiba-tiba kehilangan fokus bermain. Kita mulai memberi ruang di baris pertahanan kita yang seharusnya tidak diberikan kepada mereka. Sampai kita kebobolan satu gol dari bola di dalam kotak penalti," ungkapnya.

Titik balik kekalahan Persija terjadi saat mereka harus bermain dengan 10 orang pada awal babak pertama. Jordi Amat menerima kartu kuning kedua dari wasit usai melakukan gerakan tambahan setelah dilanggar oleh pemain Bhayangkara FC.

Mauricio secara terbuka mengakui bahwa hilangnya Jordi dari lapangan merusak seluruh skenario yang telah disusun. Baginya, bermain dengan kekurangan pemain merupakan kerugian fatal yang mengubah hasil akhir laga.

"Tentu saja. Bermain dengan kurang satu pemain adalah kerugian yang sangat besar. Saya tidak punya keraguan kalau kita punya 11 pemain di lapangan, hasil akhirnya pasti akan berbeda," tegas pelatih asal Brasil tersebut.

Kekurangan jumlah pemain ini membuat strategi menyerang yang sempat berjalan efektif di awal laga menjadi berantakan. Persija tak lagi mampu mengeksploitasi ruang kosong lawan seperti yang direncanakan.

"Kita punya strategi untuk menyerang ruang kosong lawan, tapi kita hanya sempat melakukannya 10-15 menit," tambahnya lagi.

Selain kendala kartu merah, Mauricio juga menyoroti performa individu beberapa pemain yang dianggapnya belum mencapai level terbaik di pertandingan ini. Hal ini memperparah situasi tim yang sudah kesulitan akibat kalah jumlah pemain.

Beberapa pemain inti Persija terlihat dalam performa kurang baik seperti Jean Mota hingga Thales Lira yang terpaksa diganti oleh sang pelatih.

"Beberapa pemain juga belum berada pada performa terbaiknya. Dan kita dengan kurang satu pemain itu sangat sulit buat kita," tutup Souza.

Dengan hasil ini, Persija Jakarta harus pulang tanpa poin dari Lampung dan menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih untuk menatap laga selanjutnya di kompetisi liga. Jalan terjal menuju tangga juara seakan semakin jauh dari genggaman.

Saat tulisan ini dibuat, Persija terpaut sembilan poin dari Persib Bandung di posisi teratas klasemen sementara Super League dengan 52 poin dengan menyisakan delapan laga lagi.


Tinggalkan Komentar