Persija Terancam Terusir Kembali Berkandang di Jakarta Selama Bulan Ramadan - Telusur

Persija Terancam Terusir Kembali Berkandang di Jakarta Selama Bulan Ramadan

Ketua Panitia Pelaksana laga kandang Persija, Ferry Indrasjarief. Foto: Telusur/Risyad.

telusur.co.id -Persija Jakarta mendapatkan kabar buruk usai kekalahan melawan Arema FC Minggu (8/2). Bermain sebagai tuan rumah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Macan Kemayoran dibungkam dengan skor 2-0 pada pekan ke-20 Super League 2025/2026.

Kekalahan tersebut membuat Persija gagal menempel seteru abadinya Persib Bandung di puncak klasemen dengan deifisit enam poin. Begitu juga tertinggal lima poin dari Borneo FC di peringkat kedua. 

Petaka tidak berhenti di situ saja, klub kebanggan The Jakmania itu terancam terusir kembali memainkan beberapa laga kandangnya di Jakarta.

Pada pekan ke-22, Persija dijadwalkan menjamu PSM Makassar di kandang. Namun, Stadion GBK tidak bisa digunakan lantaran harus dilakukan persiapan menjelang ajang FIFA Series 2026 pada akhir Maret mendatang.

"Tanggal 20 (Maret) katanya kita enggak bisa di GBK. Terus ada dua pertandingan lagi berikutnya kita katanya enggak bisa di GBK, karena GBK memperbaiki rumput mau dipakai lagi Timnas," kata Ketua Panitia Pelaksana laga kandang Persija, Ferry Indrasjarief kepada awak media termasuk Telusur.co.id, Minggu (8/2).

"Ini sudah bagus, dia mau perbaiki lagi katanya sih kualitasnya lebih bagus lagi," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Bung Ferry tersebut berusaha untuk mencarikan stadion pengganti segera. Ia menyebut Jakarta International Stadium (JIS) dan Stadion Patriot Candrabagha, Kota Bekasi menjadi dua opsi pengganti. 

"Gua berharapnya sih antara dua itu, JIS sama Patriot," ungkapnya.

Sebenarnya ada opsi lain yaitu Stadion Pakansari, Cibinong yang kerap menggelar laga kandang Persija. Namun, Bung Ferry tidak ingin kejadian kesulitan koordinasi terjadi kembali jika bermain di sana.

"Kalau Pakansari, karena kemarin kita agak-agak sulit, awalnya katanya Garuda Yasya yang pakai. Tapi begitu kita koordinasi sama Garuda Yasya, mereka welcome banget, silakan gitu. Eh ternyata banyak urusan belum sampai, rakornya saja harus ada di Bandung. Kan jauh banget kita. Rakor Persija tapi di Bandung, kan lucu saja gitu," jelasnya.

Di sisi lain, manajemen Persija sejak awal tahun 2025 mendapatkan prioritas untuk menggunakan JIS sebagai kandang tetap tim mengarungi persaingan Super League musim 2025/2026. 

Namun, masalah kondisi rumput yang buruk kerap menjadi hambatan skuad asuhan Mauricio Souza bertanding di JIS. Pada awal musim, Persija memainkan tiga pekan awal di JIS, yaitu ketika menghadapi Persita, Malut United, dan Bali United.

Selepas tiga laga tersebut, hingga kini lapangan JIS tampak rusak akibat digunakan menggelar acara konser grup vokal K-Pop pada bulan September lalu. 

"Sebenarnya manajemen dari jajaran direksi minta kita supaya mengusahakan JIS (Jakarta International Stadium). Tapi karena kita punya alasan yang kuat, kondisi rumput dan lapangan JIS belum bisa mendukung, diperkuat lagi dengan komentar pemain, akhirnya kita ke GBK," pungkas eks Ketua Umum The Jakmania tersebut. 

"Dan faktanya, di GBK juga lapangannya bagus, rumputnya bagus, kita menang terus. Jadi akhirnya mereka memaklumkan," ujarnya menambahkan.

Dengan kondisi tersebut, artinya Persija terpaksa menjadi musafir kembali untuk tiga laga kandangnya berikutnya. Usai jumpa PSM, Rizky Ridho dan kawan-kawan sudah ditunggu pesaingnya Borneo FC pada 3 Maret 2026 dan Dewa United pada 15 Maret 2026.


Tinggalkan Komentar