telusur.co.id - Pertandingan ganda putra antara Indonesia dan dan Malaysia menjadi salah satu laga menjadi salah satu laga yang paling menyedot perhatian penonton. Pasangan Indonesia, MS Fikri/F. Alfian, berhadapan dengan pasangan Malaysia, WY Soh/A. Chia , dalam duel yang berlangsung penuh intensitas dan drama.
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua pasangan langsung menunjukkan permainan cepat. Fikri/Alfian tampil percaya diri dengan pola serangan agresif, memaksa Soh/Chia untuk bertahan. Namun, pasangan Malaysia tidak mudah goyah. Mereka mampu mengimbangi permainan dengan reli panjang yang membuat penonton berdecak kagum. Pertarungan poin demi poin berlangsung ketat hingga akhirnya Soh/Chia berhasil menutup game pertama dengan skor tipis 23–21 . Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Malaysia untuk menguasai pertandingan .
Tidak ingin menyerah begitu saja, Fikri/Alfian bangkit di game kedua. Mereka mencoba mengubah strategi dengan lebih banyak variasi pukulan dan serangan ke area belakang lawan. Beberapa kali pasangan Indonesia berhasil mencuri poin penting, membuat skor tetap ketat. Namun, ketenangan Soh/Chia di momen krusial kembali menjadi pembeda. Dengan koordinasi yang solid dan komunikasi yang terjaga, pasangan Malaysia akhirnya menutup game kedua dengan skor 21–18 , sekaligus memastikan kemenangan 2–0 .
Sorak sorai penonton semakin memanaskan suasana. Setiap reli panjang disambut tepuk tangan meriah, dan setiap poin penentu membuat jantung berdegup lebih kencang. Meski kalah, Fikri/Alfian tetap mendapat apresiasi atas semangat juang mereka yang tak pernah padam sepanjang pertandingan.
Kemenangan Soh/Chia menunjukkan betapa pentingnya ketenangan dan konsistensi di level internasional. Mereka mampu mengatasi tekanan dan memanfaatkan peluang kecil untuk mengunci kemenangan. Sementara itu, Fikri/Alfian masih perlu meningkatkan fokus di momen-momen akhir agar bisa bersaing lebih kuat di panggung dunia. [ham]




