telusur.co.id - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) merombak dan melengkapi jajaran komisaris serta direksi dengan menempatkan sejumlah figur berlatar belakang korporasi, keuangan, pertambangan, dan hukum.
Dalam susunan terbaru, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas ditunjuk sebagai Komisaris DSI. Ia bergabung bersama mantan Managing Director Mandiri Sekuritas Harold Tjiptadjaja dan ekonom Mari Elka Pangestu di jajaran komisaris.
Adapun posisi Presiden Komisaris DSI dijabat M. Syaifurrahman Noer atau Cipung Noer.
Pada jajaran direksi, Luke Thomas Mahony tetap menjabat Direktur Utama DSI. Penunjukan Luke sebelumnya dilakukan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani pada Mei 2026.
Luke merupakan warga negara Australia yang sebelum memimpin DSI menjabat Senior Executive Vice President Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk pada Juli 2024 hingga September 2025.
Sementara itu, mantan Direktur Keuangan PT PLN (Persero), Sinthya Roesly, ditunjuk sebagai Direktur Keuangan DSI.
Posisi Direktur Manajemen Risiko dipercayakan kepada Nur Hidayat Udin, yang sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Risiko dan HSSE MIND ID.
Adapun Ivan Ferdiansyah Baely ditunjuk sebagai Direktur Legal dan Kepatuhan. Ivan memiliki latar belakang sebagai Senior Corporate Lawyer dan Managing Partner IABF Law Firm.
Penguatan struktur manajemen tersebut dilakukan ketika DSI mulai menjalankan mandat strategis dalam pengelolaan ekspor komoditas mineral dan sumber daya alam.
Luke mengatakan, sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, DSI telah membangun sistem untuk memantau ribuan transaksi ekspor sekaligus menyiapkan fondasi analitis bagi pelaksanaan mandat perusahaan.
“Kami akan terus mengukuhkan kapabilitas pemantauan, verifikasi, dan operasional guna mendukung ekosistem ekspor yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sekaligus menjaga kepastian berusaha dan keberlanjutan ekspor,” kata Luke.
Menurut dia, fokus DSI saat ini adalah memastikan mandat tersebut dijalankan secara terukur dan kredibel.
Keberadaan DSI menjadi salah satu instrumen Danantara dalam memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis, termasuk meningkatkan visibilitas negara terhadap transaksi dan arus ekspor sumber daya alam.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi DSI:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: M. Syaifurrahman Noer (Cipung Noer)
- Komisaris: Harold Tjiptadjaja
- Komisaris: Tony Wenas
- Komisaris: Mari Elka Pangestu
Direksi
- Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
- Direktur Keuangan: Sinthya Roesly
- Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
- Direktur Legal dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah Baely



