Perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja di masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Rizky, saat melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kampung Tegal Jagar, RT 04/RW 06, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu, 20 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, M. Rizky menerima berbagai masukan masyarakat, termasuk mengenai pentingnya keberlanjutan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, pembinaan anak, serta aktivitas positif yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan generasi muda di lingkungan setempat.
Menurut M. Rizky, perhatian terhadap generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat dan pemerintah. Kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar, berkembang, dan beraktivitas secara positif perlu terus mendapat perhatian.
“Pendidikan dan pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat. Karena itu, kegiatan yang mendukung perkembangan anak dan generasi muda perlu terus dijaga keberlanjutannya,” ujar M. Rizky.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah desa maupun perangkat daerah terkait. Masukan dari warga mengenai kebutuhan pendidikan dan pembinaan generasi muda dapat menjadi bahan komunikasi lebih lanjut sesuai dengan bidang dan kewenangan masing-masing.
Selain pendidikan, M. Rizky melihat pengembangan potensi masyarakat juga perlu berjalan beriringan. Lingkungan yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan positif dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat secara lebih luas.
M. Rizky menegaskan, kegiatan pengawasan dan komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu sarana untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi serta kebutuhan warga di lapangan. Aspirasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan DPRD Provinsi Jawa Barat.
“Yang terpenting adalah bagaimana komunikasi dengan masyarakat terus berjalan, sehingga kebutuhan dan aspirasi yang berkembang dapat disampaikan melalui mekanisme yang tepat,” katanya. (VC)