Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta tak ada lagi praktik percaloan tenaga kerja yang memungut biaya kepada pencari kerja di, khususnya di Kota Depok.
"Saya tadi minta ke Pak Wali Kota Depok, kerja sama dengan Pak Kapolres untuk tidak boleh lagi ada percaloan tenaga kerja yang dipungut. Karena itu sangat merugikan warga," kata dia saat menghadiri seremoni Bursa Kerja Disnakertrans Jabar (Hybrid) atau Job Fair Online di PT YKK Zipper Indonesia, Cimanggis, Depok, Rabu (23/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pria akrab disapa KDM itu menyebutkan, pelaksanaan job fair online telah memasuki minggu kedua.
Menurut dia, ketersediaan lowongan pekerjaan pada pelaksanaan kali ini lebih banyak.
"Ya ini hari minggu kedua saya melaksanakan kegiatan job fair bursa kerja online dan ketersediaan lapangan kerjanya lebih banyak," ungkap KDM.
KDM membeberkan, terdapat 2.054 lowongan pekerjaan yang tersedia dalam bursa kerja tersebut. Dia bilang, minat masyarakat terhadap lowongan yang tersedia juga cukup tinggi.
"Ada 2.054 yang tersedia, peminatnya sangat banyak," ucap dia.
Dia turut menyampaikan harapannya agar semakin banyak perusahaan yang terbuka untuk menyediakan lowongan pekerjaan bagi warga Jawa Barat sehingga kesempatan kerja semakin luas.
"Mudah-mudahan ke depan perusahaan semakin terbuka untuk membuka lowongan kerjanya bagi warga agar kesempatan kerjanya makin terbuka," tutur KDM.
Selain itu, pria yang identik dengan kebudayaan Sunda itu berharap peningkatan investasi di Depok maupun wilayah Jawa Barat dapat terus berjalan.
Dia menilai, pertumbuhan investasi perlu diikuti dengan tersedianya lapangan kerja yang dapat diisi masyarakat.
Saat ditanya mengenai potensi Job Fair Online dalam menekan angka pengangguran di Jawa Barat, KDM menerangkan bahwa keberadaan lapangan kerja tidak akan otomatis mengurangi pengangguran apabila peluang tersebut tidak diisi oleh warga Jawa Barat.
"Ya sebenarnya kan potensi kerja kalau tidak diisi oleh warga Jawa Barat, walaupun investasi banyak tetap aja akan menganggur," beber dia.
Menurut KDM, pertumbuhan investasi harus dibarengi dengan kemampuan masyarakat setempat untuk mengisi peluang kerja yang tersedia.
Dia kemudian mencontohkan kondisi di Depok. Kata KDM, pertumbuhan investasi dan terbukanya lapangan kerja di suatu daerah belum cukup apabila warga setempat tidak mendapatkan atau mengisi pekerjaan tersebut.
"Jadi kalau kemudian peluang ada, investasi tumbuh misalnya di Depok, orang Depok-nya nggak kerja, ya tetap aja pengangguran di Depok akan tinggi," pungkas KDM.
Dalam kegiatan Job Fair Online tersebut, Dedi turut hadir bersama Wali Kota Depok Supian Suri, dan Kapolres Metro Depok Christian Rony Putra serta instansi terkait.
Editor: Risyad.